Skybee — Ketahanan ekonomi wilayah operasi dinilai tak cukup hanya dari ketersediaan bahan bakar. PT Pertamina Patra Niaga memilih pendekatan yang lebih luas melalui program community involvement and development (CID) untuk memperkuat daya tahan sosial dan ekonomi komunitas setempat.
Program CID dirancang agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi di daerahnya, bukan sekadar penerima manfaat. Bentuknya disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing wilayah.
Program Berbasis Kebutuhan Lokal
Di Sugihwaras Creative Village, Kota Palembang, perusahaan mendampingi pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan. Upaya itu bertujuan mengembangkan potensi lokal yang berkelanjutan.
Di Wayame, Kota Ambon, tantangan utama adalah keterbatasan akses air yang memengaruhi produktivitas pertanian. Melalui Demplot Hortikultura Wayame, Pertamina Patra Niaga menyediakan solusi penyediaan air ramah lingkungan sekaligus pendampingan budidaya hortikultura.
Di wilayah pesisir Aceh, program Gampong Berdikari di Kota Lhokseumawe bekerja sama dengan kelompok petambak untuk mengembangkan budidaya udang vaname semi-intensif. Dukungan meliputi sarana produksi, pelatihan, dan penguatan kapasitas usaha.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan setiap wilayah memiliki tantangan dan potensi berbeda, sehingga pendekatan pemberdayaan harus disesuaikan dengan karakteristik lokal.
“Kami percaya bahwa ketika masyarakat bertumbuh dan mandiri, manfaat yang dihasilkan akan terus berkembang, tidak hanya bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga bagi komunitas dan daerah tempat mereka tinggal. Inilah bentuk energi yang sesungguhnya energi yang menggerakkan kehidupan,”
Kitty menyampaikan pernyataan tersebut pada Senin (29/6/2026), menegaskan harapan perusahaan agar kolaborasi dan pemberdayaan menghasilkan dampak berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.
Ikuti Skybee
