Skybee — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama untuk masa jabatan 2026–2030.
Keputusan itu diumumkan dalam RUPST yang digelar secara hybrid pada Senin (29/6/2026) dan dihadiri seluruh pemegang saham yang memiliki hak suara. Pengangkatan Jeffrey telah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor SR-10/D.04/2026.
Keputusan RUPST Lainnya
Selain pengangkatan direksi baru, RUPST menyetujui laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025. Rapat juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (member of Ernst & Young Global Limited) sebagai auditor untuk tahun buku 2026 serta menetapkan remunerasi direksi periode baru.
Susunan Direksi BEI 2026–2030
- Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
- Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
- Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
- Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
- Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
- Direktur Pengembangan: Iding Pardi
- Direktur Keuangan, SDM, dan Umum: Umi Kulsum
Rekaman Kinerja 2025
Dalam paparan di RUPST, Jeffrey memaparkan capaian BEI sepanjang 2025 yang mencatat sejumlah rekor meski sempat menghadapi tekanan akibat gejolak global.
Pada paruh pertama 2025, pasar modal domestik tertekan oleh meningkatnya tensi perang dagang, pelemahan nilai tukar, dan ketidakpastian geopolitik sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat turun ke level 5.996 pada awal April 2025 dan BEI memberlakukan trading halt.
Untuk menjaga stabilitas pasar, BEI bersama OJK dan Self-Regulatory Organization (SRO) menerapkan kebijakan antara lain penyesuaian ketentuan buyback saham tanpa persetujuan RUPS, perubahan batas Auto Rejection Bawah (ARB), serta penyempurnaan mekanisme trading halt.
Memasuki semester II-2025, kondisi pasar membaik. IHSG mencatat 24 kali rekor tertinggi dengan puncak 8.711, sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 16.004 triliun pada 8 Desember 2025.
Aktivitas Pasar dan Penghimpunan Dana
Aktivitas perdagangan meningkat: rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham mencapai Rp 18,1 triliun, dan transaksi produk non-saham mencapai Rp 7,6 triliun. Di pasar obligasi melalui Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA), total volume transaksi tercatat Rp 1.375 triliun, sedangkan nilai perdagangan karbon melalui IDXCarbon sebesar Rp 36,37 miliar.
Sepanjang 2025, tercatat 26 perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan total kapitalisasi pasar saat pencatatan Rp 155,2 triliun. Dana yang dihimpun melalui IPO sekitar Rp 18,1 triliun, naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Penghimpunan melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) mencapai Rp 217,4 triliun, sedangkan melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan waran sebesar Rp 43,7 triliun.
Perluasan Investor dan Digitalisasi
BEI mencatat peningkatan basis investor dan kanal edukasi. Hingga akhir 2025, jumlah Galeri Investasi bertambah menjadi 1.015 lokasi dengan lebih dari 49 ribu kegiatan edukasi. Pengguna aplikasi IDX Mobile meningkat menjadi 463 ribu, dan jumlah investor pasar modal mencapai 20,3 juta, tumbuh hampir 37% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja Keuangan 2025
BEI meraih pendapatan konsolidasi sebesar Rp 3,66 triliun pada 2025, naik 29,8% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan terutama ditopang oleh pendapatan jasa transaksi efek dan jasa kliring yang masing-masing tumbuh sekitar 41%.
Diversifikasi bisnis melalui jasa informasi, pendapatan investasi, serta kontribusi anak usaha meningkatkan pendapatan non-transaksi 14,6%, sedangkan pendapatan lainnya tumbuh 17%.
Meskipun beban usaha naik 17,1% menjadi Rp 2,37 triliun, BEI mencatat laba bersih Rp 1,07 triliun atau meningkat 59,4% dibandingkan tahun sebelumnya—tercatat sebagai laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BEI. Total aset meningkat 32% menjadi Rp 14,78 triliun dan ekuitas tumbuh 14% menjadi Rp 9,45 triliun.
Laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja.
Target Kepemimpinan Baru
Di bawah kepemimpinan Jeffrey Hendrik, BEI menegaskan komitmen memperkuat integritas pasar, meningkatkan daya saing, dan mempercepat transformasi digital untuk mendukung pertumbuhan pasar modal Indonesia.
Ikuti Skybee
