— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada sesi I perdagangan Senin (29/6/2026). IHSG turun 57 poin (0,97%) ke level 5.838, dipengaruhi kombinasi tekanan eksternal dan kehati-hatian investor domestik.

Pelaku pasar memilih mengurangi risiko seiring meningkatnya ketidakpastian global dan sikap wait and see terhadap perkembangan kebijakan serta data ekonomi dalam negeri.

Sentimen Global Tekan Pasar

Menurut riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan awal pekan didorong oleh memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks saham Asia bergerak bervariasi setelah pelaku pasar memperhitungkan risiko geopolitik di Timur Tengah.

“Hal itu memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global,”

Pilarmas mencatat eskalasi terjadi setelah AS menyerang sejumlah fasilitas militer Iran sebagai respons atas serangan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, dan pernyataan Presiden AS yang mengancam tindakan lebih keras. Iran dilaporkan membalas dengan serangan rudal dan drone ke Bahrain serta Kuwait.

Meski dilaporkan kedua pihak sepakat menahan aksi militer lanjutan menjelang pembicaraan damai di Doha, Pilarmas menyatakan pasar masih meragukan keberhasilan negosiasi tersebut sehingga ketidakpastian tetap membayangi pasar keuangan global.

Sentimen Dalam Negeri

Dari sisi domestik, Pilarmas menilai tekanan juga datang dari sikap berhati-hati investor yang mencermati arah kebijakan pemerintah, transparansi pasar modal, serta aliran dana asing yang belum konsisten kembali ke pasar saham Indonesia.

Pelaku pasar juga menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini, terutama angka inflasi dan neraca perdagangan yang dinilai akan memberikan gambaran kondisi ekonomi domestik dan memengaruhi arah pasar jangka pendek.

Pergerakan Saham

Pada sesi I, beberapa saham mencatat kenaikan terbesar, sementara yang lain mengalami penurunan terdalam.

  • Saham dengan kenaikan terbesar: PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUST); PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS); PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMUI); PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BTEK); PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA).
  • Saham dengan penurunan terdalam: PT Bhakti Agung Propertindo Tbk (BHAT); PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM); PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO); PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR); PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

Di tengah kondisi pasar yang bergejolak, Pilarmas merekomendasikan saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dengan rekomendasi buy.

“Saham tersebut memiliki area support di level 1.000 dan resistance di level 1.270,”