— Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan penurunan pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Perusahaan sekuritas itu memperkirakan rentang pergerakan IHSG berada pada resistance 6.000, pivot 5.800, dan support 5.700.

Perkiraan penurunan didasarkan pada penutupan IHSG sebelumnya di level 5.883,8 atau melemah 3,5%. Sentimen negatif yang disebutkan meliputi peringatan MSCI, koreksi harga komoditas logam, serta penguatan dolar AS.

Secara teknikal, Phintraco mencatat IHSG mengalami breakdown pada level psikologis 6.000, disertai dengan histogram MACD yang menyusut dan stochastic RSI yang mengalami Death Cross di area overbought. Dengan kondisi tersebut, IHSG berpeluang menguji level 5.750.

Namun, riset itu juga menyebutkan koreksi harga minyak dapat menjadi katalis positif karena menekan beban defisit APBN.

Rekomendasi Saham

Di tengah risiko indeks yang lebih rendah, Phintraco merekomendasikan lima saham yang dinilai berpeluang mencetak keuntungan, yakni MIKA, AADI, MYOR, BFIN, dan UNVR.

Konsolidasi BUMN Logistik

Phintraco juga menginformasikan rencana konsolidasi sejumlah BUMN logistik oleh PT Pos Indonesia melalui penggabungan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Konsolidasi yang melibatkan sembilan perusahaan BUMN sektor logistik itu ditargetkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Langkah ini dimaksudkan untuk mengintegrasikan layanan logistik BUMN, meningkatkan efisiensi, dan memperbesar skala bisnis. PT MTI merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero). Pada tahap II konsolidasi, kepemilikan saham MTI akan dialihkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia (Persero).

Penurunan Daya Saing

Phintraco mencatat peringkat daya saing Indonesia pada IMD World Competitiveness Ranking 2026 turun dari posisi 40 ke 48. Menanggapi hal itu, pemerintah disebutkan akan melakukan evaluasi menyeluruh termasuk membentuk tim debottlenecking untuk mengidentifikasi hambatan yang memengaruhi iklim investasi dan daya saing.

Phintraco memperingatkan jika kendala tersebut tidak segera diperbaiki, penurunan daya saing berpotensi memengaruhi iklim investasi dan perdagangan serta menghambat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.