Skybee — Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yasser Hassan Farag Elshemy menyatakan dukungan penuh bagi perkembangan sepak bola Indonesia dan berharap timnas Tanah Air dapat berlaga di Piala Dunia 2030.
Pernyataan itu disampaikan Elshemy saat menghadiri peringatan Hari Nasional Republik Arab Mesir di Jakarta, Rabu (25/6/2026). Ia menyebut capaian tim-tim Asia di kejuaraan internasional sebagai dasar optimisme tersebut.
Kekuatan Sepak Bola Dalam Budaya Mesir
Menurut Elshemy, sepak bola bagi Mesir lebih dari sekadar olahraga. Ia menggambarkan permainan itu sebagai bagian budaya yang erat dengan masyarakat Kairo dan memiliki kemampuan menyatukan berbagai lapisan tanpa melihat latar belakang sosial.
Performa Mesir di Piala Dunia 2026
Mesir, yang tercatat sebagai negara Arab pertama tampil di Piala Dunia pada 1934, kini berlaga di Piala Dunia 2026 bersama penyelenggara AS, Meksiko, dan Kanada.
Tim berjuluk The Pharaohs meraih kemenangan perdana di Grup G setelah menumbangkan Selandia Baru 3-1 di Stadion BC Place, Vancouver. Mesir sempat tertinggal lewat gol Finn Surman pada babak pertama, namun membalikkan keadaan di babak kedua melalui gol Mostafa Ziko, Mohamed Salah, dan Trezeguet.
“Kami sangat bangga terhadap tim nasional kami. Kini di Piala Dunia 2026, kami berada di ambang kelolosan ke babak berikutnya setelah meraih kemenangan besar,”
Elshemy menambahkan harapan agar Mohamed Salah, kapten dan andalan tim, dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya saat Mesir menghadapi Iran pada 27 Juni mendatang. “Saya menyampaikan harapan terbaik untuk tim nasional, terutama untuk ‘Raja Mesir’ Mohamed Salah, agar kembali mencetak gol di pertandingan mendatang,” ujarnya.
Harapan Bagi Indonesia
Harapan Dubes Mesir itu sejalan dengan target jangka panjang PSSI dan perbaikan performa Timnas Garuda beberapa tahun terakhir. Indonesia pernah tampil di putaran final Piala Dunia pada 1938 dengan nama Hindia Belanda, namun dalam era modern pencapaian yang sama menjadi misi besar.
Sumber yang sama menyebut upaya menguatkan liga domestik, pembinaan usia muda, serta program naturalisasi pemain keturunan yang bermain di Eropa menjadi bagian dari peningkatan kualitas tim nasional. Dukungan internasional seperti disampaikan Elshemy dianggap sebagai motivasi moral tambahan bagi Indonesia.
Penambahan kuota peserta Piala Dunia menjadi 48 tim sejak edisi 2026 juga disebut membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk menembus putaran final pada 2030 mendatang.
Ikuti Skybee
