— Forum Think Tank dan Media China-Indonesia 2026 digelar di Jakarta pada Rabu (24/6/2026), menjadi wadah evaluasi dan perumusan arah kerja sama kedua negara setelah berakhirnya Rencana Aksi Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif 2022–2026.

Acara yang diselenggarakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat China dan China Public Diplomacy Association mengangkat tema “A New Journey, Forging a New Future for the China-Indonesia Comprehensive Strategic Partnership”.

Penilaian Hubungan Ekonomi Bilateral

Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, dalam pidatonya menyoroti penguatan hubungan kedua negara yang berdampak pada sektor ekonomi. “Tahun lalu, nilai perdagangan bilateral kita telah mencapai US$ 167,5 miliar. Angka ini menegaskan posisi China sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia selama tiga belas tahun berturut-turut,” ujarnya.

Wang menyatakan cakupan kerja sama kini meluas melampaui sektor ekonomi tradisional, mencakup modernisasi industri, kecerdasan buatan, transformasi digital, pembangunan hijau, serta hubungan antarmasyarakat.

Empat Sektor Strategis Masa Depan

Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Santo Darmosumarto, mengusulkan empat bidang prioritas untuk memperdalam kerja sama bilateral ke depan.

  • Ekonomi Hijau dan Hilirisasi Mineral Kritis: fokus pada ekosistem kendaraan listrik, produksi dan daur ulang baterai, manufaktur panel surya, serta investasi energi terbarukan.
  • Ekonomi Digital dan Inovasi AI: penguatan infrastruktur digital, digitalisasi UMKM melalui e-commerce, fintech, dan implementasi AI yang bertanggung jawab.
  • Ketahanan Pangan dan Energi: penguatan melalui riset bersama dan investasi strategis.
  • Manufaktur Maju: pengembangan manufaktur modern yang didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan vokasi.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, menegaskan komitmen pemerintah mendorong hilirisasi berbasis riset agar Indonesia beralih dari eksportir bahan mentah menjadi produsen manufaktur bernilai tambah tinggi.

“Pemerintah tengah menyusun peta jalan transformasi industri yang ditopang kuat oleh riset dan inovasi. Upaya besar ini tentu dapat diakselerasi melalui kolaborasi strategis dengan China, khususnya di bidang pengembangan SDM dan pendidikan tinggi,” kata Stella Christie.

Peran Media sebagai Jembatan Kebenaran

Forum juga menyoroti peranan pers di tengah arus informasi global. Sekretaris Forum Pemimpin Redaksi periode 2024–2027, Irfan Junaedi, mengingatkan media memiliki tanggung jawab menghadirkan informasi yang akurat.

“Di tengah lanskap informasi global saat misinformasi bergerak jauh lebih cepat daripada fakta, media memegang tanggung jawab besar untuk menjadi jembatan kebenaran antara kedua negara,” ujarnya, seraya berharap kolaborasi think tank dan media membangun pemahaman yang kokoh dan objektif di akar rumput.

Momentum Evaluasi dan Perencanaan Ke Depan

Penutupan Rencana Aksi 2022–2026 dianggap sebagai momen untuk mengevaluasi capaian dan merancang babak berikutnya kerja sama bilateral. Forum menilai sejumlah proyek nasional telah memberikan dampak ekonomi, termasuk proyek transportasi dan integrasi industri yang sedang berjalan.

Sejak normalisasi hubungan diplomatik pada 1990 dan peningkatan status menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif pada 2013, kedua negara rutin merilis rencana aksi lima tahunan sebagai panduan kerja sama.

Forum Think Tank dan Media 2026 dimaknai sebagai landasan penyusunan Rencana Aksi berikutnya agar kemitraan tetap relevan, saling menguntungkan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, geopolitik, serta tantangan perubahan iklim.