Skybee — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan kenaikan laba bersih year-to-date menjadi Rp20,4 triliun per Mei 2026, seiring kinerja bulanan yang kuat pada Mei. Analis menilai capaian ini mendorong prospek perbaikan valuasi saham yang saat ini diperdagangkan relatif murah.
Riset Verdhana Sekuritas menunjukkan laba bersih BBRI pada Mei 2026 melonjak 12% menjadi Rp4,5 triliun. Akumulasi laba sampai akhir Mei tercatat sekitar 35% dari proyeksi laba tahunan yang diperkirakan analis.
Kinerja Margin dan Biaya
Meski laba meningkat, tekanan pada margin bunga menjadi perhatian. Net interest margin (NIM) BBRI tercatat turun menjadi 5,6% pada Mei dari 6,2% sebelumnya, dipengaruhi kompresi imbal hasil dan kenaikan biaya dana.
“Kekhawatiran utama masih berasal dari tekanan margin,” tulis Verdhana dalam catatannya. Broker itu menilai tren penurunan NIM berpotensi berlanjut terkait kenaikan BI Rate yang dapat mendorong biaya dana lebih cepat dibanding kenaikan suku bunga kredit.
Kualitas Aset dan Pertumbuhan Kredit
Di sisi kualitas aset, BBRI menunjukkan perbaikan. Rasio biaya kredit (credit cost) turun menjadi 3,2% dari 3,4% sebelumnya.
Verdhana juga mencatat pertumbuhan kredit yang masih solid, sekitar 6% sepanjang 2026, didorong oleh penyaluran kredit terkait program pemerintah dan BUMN. Dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 6% per Mei 2026, didukung oleh porsi dana murah serta penempatan dana pemerintah dan Danantara.
Valuasi dan Rekomendasi
Berdasarkan perhitungan Verdhana, target harga saham BBRI ditetapkan pada Rp4.500 dengan asumsi price-to-book value (PBV) 2,1 kali. Saat ini saham BBRI diperdagangkan pada PBV sekitar 1,3 kali, yang dinilai masih murah oleh analis tersebut sehingga rekomendasi dipertahankan buy.
Ikuti Skybee
