Skybee — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguji level 5.700-5.800 pada pekan yang dimulai Senin, 29 Juni 2026, menyusul tekanan jual di pasar akhir pekan lalu.
Pada penutupan perdagangan Jumat (26/6/2026), IHSG melemah 1,72% ke posisi 5.896,1. Koreksi paling besar terjadi pada saham sektor barang baku yang turun sekitar 5%, sedangkan sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat tipis 0,03% setelah sempat melemah.
Sentimen Pasar
Sentimen negatif datang dari pelemahan indeks bursa Asia dan Eropa yang dipengaruhi tekanan jual pada saham sektor teknologi. Kekhawatiran terkait kenaikan biaya infrastruktur artificial intelligence menjadi pemicu tekanan tersebut pada Jumat (26/6/2026).
Penurunan saham teknologi juga berdampak pada koreksi harga komoditas logam, yang selanjutnya menekan saham-saham terkait. Di sisi mata uang, rupiah justru ditutup menguat 0,04% ke level Rp 17.918 per dolar AS pada Jumat, sejalan dengan operasi moneter Bank Indonesia melalui lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Analisis Teknikal
Phintraco Sekuritas mencatat secara teknikal IHSG ditutup di bawah level MA5, MA10, dan MA20. Selain itu, histogram positif MACD mulai melemah dan Stochastic RSI memasuki area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang menguji level 5.700-5.800 pada pekan depan,”
Phintraco Sekuritas menyampaikan pernyataan ini dalam ulasan mereka pada Jumat (26/6/2026).
Prospek dan Rekomendasi
MNC Sekuritas menilai IHSG berisiko melanjutkan koreksi untuk menguji rentang 5.723-5.784. Adapun potensi penguatan jangka pendek diperkirakan mampu menguji kisaran 5.912-5.937.
Untuk aktivitas trading pada pekan yang dimulai 29 Juni 2026, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham sebagai berikut:
- BULL
- CUAN
- JSMR
- WIIM
Investor juga akan mengamati sejumlah data ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pekan depan, antara lain indeks manufaktur PMI, neraca perdagangan, dan data inflasi.
Ikuti Skybee
