— PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membagikan dividen tunai sebesar Rp2,08 triliun atau Rp25,6 per saham untuk tahun buku 2025. Jumlah itu setara dengan 98% dari laba bersih perusahaan pada periode tersebut.

Keputusan pembagian dividen disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan menjadi tahun kedua berturut-turut Mitratel mengalokasikan 98% laba bersih kepada pemegang saham.

Kinerja Keuangan

Sepanjang 2025, Mitratel mencatat pendapatan Rp9,53 triliun, EBITDA Rp7,83 triliun, dan laba bersih Rp2,12 triliun. Perusahaan menyatakan kinerja itu didukung oleh model bisnis berbasis recurring revenue, margin profitabilitas yang tinggi, serta arus kas operasional yang kuat.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko, menyebut kebijakan dividen sebagai bagian dari keseimbangan antara pemberian nilai kepada pemegang saham dan investasi untuk pertumbuhan jangka panjang. “Kinerja tahun 2025 mencerminkan kekuatan fundamental bisnis Mitratel sekaligus menjadi landasan bagi fase pertumbuhan berikutnya,” ujar Theodorus dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Ekspansi Aset dan Fiber

Perusahaan meningkatkan efisiensi aset dengan menaikkan tenancy ratio menjadi 1,57 kali. Mitratel juga menambah 6.160 kilometer jaringan fiber optik secara organik, sehingga total jaringan mencapai 57.199 kilometer.

Sementara itu, fiber billable length dilaporkan meningkat menjadi 70.618 kilometer. Ekspansi jaringan mendorong pertumbuhan pendapatan segmen fiber optik sebesar 18,1% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga kini Mitratel mengelola lebih dari 40 ribu menara telekomunikasi dan mengklaim memiliki jaringan fiber optik terbesar di Indonesia, mengokohkan posisi sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Perluasan Usaha dan Transformasi

RUPST menyetujui penambahan kegiatan usaha melalui penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), termasuk pengembangan layanan Power-as-a-Service (PaaS). Langkah ini bagian dari transformasi menuju Next-Generation Tower Company.

Theodorus menjelaskan transformasi tersebut melibatkan perluasan layanan ke fiber connectivity, managed services, digital infrastructure, dan solusi energi berkelanjutan. “Transformasi menuju Next-Generation Tower Company bukan sekadar perluasan portofolio bisnis, tetapi merupakan evolusi strategi Perseroan untuk menjadi penyedia infrastruktur digital terintegrasi,” kata Theodorus.

Perubahan Susunan Direksi

Pemegang saham dalam RUPST juga menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Noorhayati Candrasuci diangkat sebagai Direktur Investasi menggantikan Hendra Purnama.

Theodorus menyatakan direksi baru memiliki pengalaman panjang di industri telekomunikasi dan diharapkan memperkuat strategi investasi serta pengembangan bisnis Mitratel. “Manajemen dan pemegang saham mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Bapak Hendra Purnama selama ini,” ujarnya.