— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat mempercepat persiapan menjelang Selangor International Business Summit (SIBS) 2026 yang digelar di Bandung pada 9–10 Juli. Tujuannya memastikan peluang investasi dari Selangor, Malaysia, serta penetrasi pasar ASEAN dapat dimanfaatkan maksimal oleh pelaku usaha Jabar.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Perekonomian dan Investasi Kadin Jabar Dr Masrura Ram Idjal menyebut acara itu sebagai momentum strategis untuk menarik investor Selangor dan memperluas pangsa pasar ke kawasan regional.

Kurasi 150 Perusahaan Untuk Business Matching

Menurut Masrura, Kadin Jabar telah melakukan kurasi terhadap sekitar 150 perusahaan asal Jawa Barat. Perusahaan-perusahaan tersebut dipilih berdasarkan kesesuaian dengan 12 bidang bisnis yang menjadi minat delegasi Selangor.

“Kami diminta mengundang kurang lebih 150 perusahaan dari Jawa Barat yang disesuaikan dengan 12 bidang bisnis yang diincar oleh pihak Selangor. Kami memetakan profil para anggota melalui pengisian data agar saat business matching nanti, pengusaha yang datang benar-benar relevan dengan kebutuhan mereka,” ujar Masrura.

Sektor Unggulan dan Fokus Kawasan

Masrura menyebut Selangor membawa potensi investasi besar pada 12 sektor unggulan yang ditawarkan Kadin Jabar, termasuk pengembangan industri manufaktur di Kawasan Rebana dan industri kreatif di Kota Bandung.

“Dalam pengembangan kawasan, Kadin banyak menitikberatkan pada Kawasan Rebana yang dipersiapkan menjadi pusat kendaraan listrik. Selain itu, kami berharap banyak pada industri kreatif, seperti gim, film, dan animasi yang pusatnya ada di Bandung,” kata Masrura.

Kunjungan Lapangan Delegasi Malaysia

Sebagai bagian rangkaian acara, delegasi Malaysia dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke pusat industri kreatif di Bandung serta meninjau infrastruktur dan peluang investasi di Kawasan Industri Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Selain temu bisnis, SIBS 2026 di Bandung juga akan menggelar lokakarya yang menyoroti potensi investasi produk ekspor dan kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Transfer Teknologi dan Tantangan

Masrura menekankan daya tarik Jawa Barat bagi investor tidak hanya pasar yang besar tetapi juga biaya tenaga kerja yang kompetitif. Ia menilai momentum SIBS perlu dimanfaatkan untuk mendorong transfer teknologi agar tenaga kerja memenuhi kualifikasi perusahaan internasional.

“Tenaga kerja yang kompetitif ini juga harus maksimal ketika kita melakukan transfer teknologi, sehingga mereka mampu memenuhi kriteria dan kualifikasi yang diminta oleh perusahaan internasional,” ujar Masrura.

Kadin Jabar mengakui sejumlah tantangan domestik seperti inkonsistensi implementasi kebijakan lokal dan kepastian hukum menjadi hambatan dalam menarik investor asing. Untuk itu, Kadin Jabar berkoordinasi dengan DPMPTSP serta asosiasi pengusaha seperti Gapensi, Hipmi, dan Iwapi untuk mendorong insentif berupa kemudahan perizinan dan kepastian hukum.

Rangkaian Kegiatan dan Target

Setelah penyelenggaraan di Bandung, Kadin Jabar merencanakan pengusaha Jawa Barat bertolak ke Selangor pada Oktober 2026 untuk fase kedua SIBS dengan fokus pada perluasan pasar ekspor.

Meski belum menetapkan target nominal investasi karena masih pada tahap penjajakan, Kadin Jabar menargetkan terciptanya sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha Jawa Barat dan Selangor yang akan dikawal hingga menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Harapan pada Konektivitas dan Daftar Proyek

Kadin Jabar juga menaruh harapan pada pemulihan konektivitas udara, termasuk reaktivasi rute internasional langsung ke Malaysia melalui Bandara Husein Sastranegara dan BIJB Kertajati, sebagai kunci akselerasi investasi, ekspor, serta pariwisata termasuk wisata kesehatan.

Berdasarkan data acara, SIBS 9–10 Juli 2026 di Bandung menawarkan 46 proyek strategis dari sembilan hingga 12 sektor unggulan. Proyek tersebut mencakup sektor kedirgantaraan, perkeretaapian, otomotif (termasuk kawasan Kertajati, Patimban, LRT Bandung Raya), industri kreatif, utilitas energi dan energi terbarukan (termasuk Waste-to-Energy TPPAS Regional Cirebon Raya), kawasan industri (Kawasan Industri Majalengka), serta teknologi (start-up Agrivision).

Daftar proyek lain meliputi pariwisata kesehatan (Sari Medika Resort), agrikultur (Tasikmalaya Palm Sugar Industry Center), infrastruktur (Sistem Penyediaan Air Patimban), dan proyek di sektor hilirisasi.