Skybee — PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), induk usaha Mitra10, akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 4 per saham. Total nilai dividen mencapai sekitar Rp 22,7 miliar atau setara 18,9% dari laba bersih tahun buku 2025.
Keputusan pembagian dividen tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang juga menyetujui laporan kinerja perseroan untuk tahun buku 2025.
Kinerja Keuangan 2025
CSAP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 17,5 triliun pada 2025, naik tipis 1,5% dibandingkan realisasi 2024 yang sebesar Rp 17,3 triliun. Laba bersih yang dilaporkan mencapai Rp 120 miliar.
Pada kuartal I-2026, pendapatan tercatat Rp 4,2 triliun atau tumbuh 1,4% year-on-year. Laba bersih pada periode tersebut meningkat signifikan menjadi Rp 20 miliar, dari Rp 4 miliar pada kuartal I tahun sebelumnya.
Strategi Operasi dan Ekspansi Toko
Perusahaan menyatakan akan terus mendorong pertumbuhan lini usaha meski menghadapi pelemahan daya beli masyarakat. Sepanjang periode terakhir, CSAP melaporkan pertumbuhan dari toko existing dan pembukaan sejumlah gerai baru.
- Mitra10: pembukaan toko baru di Tenth Avenue, Bandung serta tiga toko tambahan di Imam Bonjol Denpasar, Perintis-Makassar, dan Pengayoman-Makassar.
- Atria: tambahan tiga toko di Tenth Avenue Bandung, Balikpapan, dan Mall of Indonesia Jakarta; serta dua toko di TSM Makassar dan Pengayoman-Makassar.
Perusahaan mengatakan fokus tahun ini tetap pada peningkatan kinerja toko existing dan pengembangan lokasi baru Mitra10 yang dinilai berpotensi, baik di Jawa maupun luar Jawa.
“Tahun ini, kami tetap fokus meningkatkan pertumbuhan toko yang existing dan mengembangkan toko baru Mitra10 di lokasi yang memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Beberapa lokasi toko baru Mitra10 sudah ada di pipeline perseroan, antara lain di Jawa maupun luar Jawa,” ujar Sekretaris Perusahaan Idrus Widjajakusuma.
Dampak Eksternal dan Pengelolaan Bisnis
Idrus menyoroti kondisi geopolitik yang memanas pada awal 2026, termasuk konflik antara AS dan Iran, sebagai faktor yang berdampak pada ekonomi global dan domestik. Dampak tersebut antara lain tercermin pada pelemahan nilai rupiah dan kenaikan inflasi yang memengaruhi daya beli konsumen.
CSAP mengungkapkan prinsip kehati-hatian dalam operasional, meliputi konsolidasi, efisiensi proses operasional, serta pengelolaan keuangan. Perseroan menegaskan upaya menjaga pertumbuhan pendapatan dan margin agar berkelanjutan.
Komposisi Penjualan dan Transformasi Digital
Saat ini kontribusi penjualan CSAP terbagi antara segmen distribusi sebesar 60% dan segmen ritel 40%. Perusahaan juga memperkuat konsep omnichannel untuk mengintegrasikan pengalaman belanja online dan offline.
Strategi digital yang dijalankan termasuk pemanfaatan marketplace dan layanan WhatsApp Business Chat selama jam operasional toko sebagai bagian dari transformasi digital yang berkelanjutan.
Ikuti Skybee
