Skybee — PT GTS Internasional Tbk (GTSI) mengumumkan kelanjutan ekspansi bisnis dengan menempatkan pengembangan proyek regasifikasi dan evaluasi peluang akuisisi atau kerja sama armada LNG carrier berkapasitas menengah sebagai prioritas strategis tahun ini.
Perusahaan juga akan mengejar efisiensi operasional melalui optimalisasi utilisasi armada, pengendalian biaya bahan bakar, serta peningkatan fleet reliability and operational excellence, sambil memperkuat struktur permodalan dan disiplin keuangan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Fokus Strategis dan Peluang Pasar
Direktur Utama GTSI, Yon Irawan, menyatakan rencana tersebut dalam keterangan resmi pada Kamis (25/6/2026). Selain pengembangan regasifikasi, perseroan tengah menjajaki kerja sama yang lebih luas di bidang LNG.
GTSI menyebutkan bahwa berdasarkan laporan Gas Market Report International Energy Agency (IEA), permintaan gas Asia Pasifik diperkirakan rebound menjadi lebih dari 4% pada 2026, seiring tambahan pasokan LNG global yang naik lebih dari 7%. Tren ini dinilai memberikan kondisi pasar yang kondusif bagi industri pengangkutan LNG.
Kinerja Keuangan 2025
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 di Jakarta pada 25 Juni 2026, GTSI melaporkan kinerja keuangan yang stabil. Perseroan mencatat pertumbuhan aset sebesar 32,25% menjadi US$ 149,2 juta, naik dari US$ 112,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan aset tersebut dipengaruhi oleh penambahan armada Danaputri 1, peningkatan aset tidak lancar untuk aktivitas docking kapal, peningkatan kas dan setara kas akibat pinjaman untuk modal kerja, serta bertambahnya receivable dari pihak ketiga atas jasa operasi sewa kapal.
GTSI membukukan pendapatan US$ 34,7 juta pada 2025, meningkat 7,92% dibandingkan 2024 sebesar US$ 32,2 juta. Segmen jasa sewa kapal tetap menjadi kontributor utama, memberikan sekitar 98% pendapatan selama tiga tahun terakhir. Perseroan juga mencatat laba sebesar US$ 1,5 juta pada 2025.
Ekspansi Armada dan Efisiensi Operasional
Yon Irawan mengatakan perseroan terus memperluas jangkauan operasional dengan menambah armada serta memperkuat segmen jasa sewa kapal. “Kami terus memperluas jangkauan operasionalnya dengan menambah armada serta memperkuat segmen bisnis utama, khususnya dengan penambahan armada untuk jasa sewa kapal,” ujarnya.
GTSI menyebut efisiensi operasional sebagai kunci menjaga profitabilitas, antara lain melalui optimalisasi rute pelayaran, digitalisasi operasional, dan pemanfaatan teknologi untuk monitoring pengelolaan kapal.
Perbaikan rasio likuiditas dan solvabilitas pada 2025 menjadi indikator pengelolaan keuangan yang dinilai tepat dan efektif oleh perseroan.
Komitmen Keberlanjutan dan Pengembangan SDM
Perseroan menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan dengan melanjutkan roadmap ESG & Strategi Keberlanjutan pada tahap performing, yakni implementasi kebijakan dan pelaksanaan proyek-proyek keberlanjutan yang sudah direncanakan.
Sepanjang 2025, GTSI mempertahankan penggunaan bahan bakar LNG dan LSFO untuk operasional kapal serta mencatat zero oil spill. Dari aspek sosial, perseroan mencatat peningkatan durasi pelatihan sebesar 67% dan kenaikan jumlah SDM yang mengikuti pelatihan sebesar 42% dibandingkan 2024. Dari sisi tata kelola, GTSI memastikan pembaruan sertifikasi ISO dan penyusunan berbagai kebijakan penting.
Ikuti Skybee
