— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada sesi I Rabu (17/6/2026), membalikkan penguatan selama tiga hari sebelumnya. IHSG tercatat turun 52 poin atau 0,84% ke level 6.202, sementara mayoritas bursa saham Asia justru bergerak menguat.

Pelaku pasar mengambil sikap berhati-hati di tengah sejumlah agenda penting internasional dan domestik, termasuk keputusan suku bunga The Fed dan Bank Indonesia (BI), serta pengumuman hasil review MSCI.

Pengaruh Perkembangan Geopolitik

Rumor proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang dijadwalkan penandatanganannya di Swiss pada Jumat (19/6/2026), menjadi salah satu fokus investor. Pilarmas Investindo Sekuritas mencatat, kesepakatan sementara itu diharapkan membuka kembali jalur distribusi energi melalui Selat Hormuz dan memulihkan ekspor minyak Iran.

“Jika terealisasi, langkah itu berpotensi menekan harga energi global serta meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan suku bunga tinggi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (17/6/2026).

Namun, Pilarmas menekankan pasar masih menunggu kepastian implementasi kesepakatan, termasuk durasi normalisasi distribusi minyak dan dampaknya terhadap ekonomi global. “Pasar saat ini masih menilai ketahanan perjanjian damai AS-Iran serta jangka waktu normalisasi pengiriman energi melalui Selat Hormuz. Meredanya ketegangan geopolitik memang positif, tetapi investor masih memilih menunggu kepastian,” tambah Pilarmas.

Fokus Pada Kebijakan Moneter

Selain geopolitik, hasil rapat The Fed menjadi perhatian utama. Pertemuan kali ini merupakan yang pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed Kevin Warsh. Pilarmas menyebut pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan, namun investor menantikan petunjuk mengenai prospek inflasi, arah kebijakan moneter, dan potensi perubahan suku bunga hingga akhir tahun.

Di dalam negeri, keputusan suku bunga Bank Indonesia juga dinilai krusial dalam menentukan arah pergerakan aset keuangan nasional. Sikap wait and see investor diperkuat oleh agenda rebalancing FTSE dan pengumuman MSCI yang dijadwalkan pada 18 dan 23 Juni 2026.

Pilarmas menyebut kedua agenda tersebut mencakup Global Market Accessibility Review dan Annual Market Classification Review yang akan menentukan status Indonesia sebagai pasar berkembang sekaligus menjadi katalis penting bagi pemulihan IHSG.

Sentimen Domestik dan Rekomendasi

Meski pasar tertekan, Pilarmas menyorot sejumlah sentimen positif domestik. Meredanya konflik AS-Iran berpotensi menurunkan harga energi global sehingga membantu menekan inflasi. Selain itu, rencana pemerintah mengevaluasi dan menyesuaikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai dapat memberi ruang fiskal lebih sehat bagi APBN.

“Langkah tersebut dapat membantu menjaga stabilitas fiskal nasional dan mengurangi tekanan terhadap defisit anggaran dalam jangka menengah,” jelas Pilarmas.

Pada sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham dengan kenaikan terbesar tercatat BCIC, AKSI, ESIP, DATA, dan RONY. Sementara saham dengan penurunan terdalam adalah GHON, BREN, MMIX, BINA, dan NZIA.

Untuk rekomendasi perdagangan, Pilarmas merekomendasikan membeli saham TLKM dengan area support di level 2.930 dan resistance 3.130.