— Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat penguatan signifikan pada sesi I perdagangan Kamis (25/6/2026), menjadi salah satu pendorong utama reli indeks harga saham gabungan (IHSG).

Per pukul 11.36 WIB, harga saham BBRI naik 3,56% ke Rp 2.900 per saham. Volume perdagangan mencapai 202,15 juta saham dengan frekuensi 28.664 kali dan nilai transaksi Rp 573,05 miliar.

Berdasarkan data platform perdagangan, saham BBRI mencatat posisi net buy sebesar Rp 205,7 miliar, tertinggi di antara saham-saham dengan aliran modal bersih beli pada sesi tersebut.

Sementara itu, IHSG tercatat melompat 2,67% pada periode pengamatan, sejalan dengan penguatan sejumlah saham blue chip termasuk BBRI.

Analisis Danareksa Sekuritas

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menyatakan penguatan IHSG terutama didorong oleh aksi technical buying setelah pasar mencatat koreksi terkait hasil MSCI Market Classification Review. Meskipun Indonesia mempertahankan status Emerging Market, investor masih mengamati implementasi reformasi pasar yang akan dievaluasi ulang pada November 2026.

BRIDS juga mencatat sentimen global yang mempengaruhi pasar, yakni fokus pelaku pasar pada rilis US PCE Inflation dan data ketenagakerjaan AS yang dinilai akan memberikan arah bagi kebijakan The Fed.

“Sementara itu, penguatan dolar AS dan pelemahan rupiah masih menjadi faktor yang membatasi ruang penguatan IHSG,”

Menurut BRIDS, meski penguatan terlihat, perdagangan masih berjalan sehingga konfirmasi lanjutan diperlukan sebelum menyimpulkan tren pemulihan.

Faktor Yang Perlu Dicermati Investor

  • Pergerakan nilai tukar rupiah setelah penguatan saham.
  • Aliran modal asing (foreign flow).
  • Peningkatan nilai transaksi sebagai tanda partisipasi pasar yang lebih luas.
  • Kemampuan IHSG bertahan di atas area support hingga penutupan perdagangan.

BRIDS menambahkan, “Apabila faktor-faktor tersebut terkonfirmasi, peluang technical rebound berkembang menjadi pemulihan yang lebih kuat akan semakin besar.”