— PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEFA) menargetkan marketing sales senilai Rp600 miliar pada tahun berjalan, sambil menjaga pertumbuhan pendapatan berulang yang stabil. Perusahaan menyasar sektor warehouse dan logistik, consumer goods, food and beverage (F&B), serta data center sebagai fokus pemasaran lahan.

Rika Mandasari, Media Relations Bekasi Fajar, menyatakan perseroan tetap melanjutkan pengembangan kawasan industri MM2100, termasuk pembentukan cluster data center untuk memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi. Upaya pengembangan juga mencakup segmen komersial lewat BeFa Industrial Hub yang menawarkan pabrik standar multiguna.

Penguatan Fasilitas dan Infrastruktur

Menurut Rika, pengalaman lebih dari tiga dekade mendorong keyakinan bahwa permintaan terhadap kawasan industri profesional dan terintegrasi akan meningkat. Perseroan berencana melanjutkan pembangunan fasilitas dan infrastruktur di kawasan MM2100 agar nilai kawasan naik seiring realisasi proyek infrastruktur strategis nasional.

Rika menyebutkan beberapa proyek infrastruktur yang diproyeksikan mendongkrak aksesibilitas kawasan, antara lain pengerjaan Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing, pengembangan LRT, Tol Jakarta–Cikampek Selatan, perluasan Pelabuhan Tanjung Priok, serta pembangunan Pelabuhan Patimban.

Kinerja Kuartal I 2026

Bekasi Fajar mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal pertama 2026 dengan pendapatan sebesar Rp90 miliar, naik dari Rp45 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini ditopang peningkatan recurring income dari Rp45 miliar menjadi Rp54 miliar serta kontribusi awal dari penjualan lahan.

Dari sisi profitabilitas, perusahaan berhasil membalikkan posisi dari rugi bersih Rp33 miliar pada kuartal I 2025 menjadi laba bersih Rp9 miliar pada kuartal I 2026. “Margin laba bersih juga mengalami peningkatan signifikan dari minus 73% menjadi positif 10%,” ujar Rika.

Hasil RUPST dan Kinerja 2025

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan untuk tahun buku 2025, perseroan mengesahkan laporan tahunan dan laporan keuangan audit. Salah satu keputusan RUPST adalah tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 guna memperkuat modal kerja dan mendukung rencana pengembangan usaha.

Rika memaparkan capaian sepanjang 2025, di mana Bekasi Fajar membukukan marketing sales seluas 15 hektare dengan nilai Rp422 miliar. Total pendapatan tahun 2025 tercatat Rp427 miliar, terdiri dari penjualan lahan Rp220 miliar dan recurring income senilai Rp207 miliar dari maintenance fee, service charges, air, dan sewa. Laba bersih perseroan pada 2025 mencapai Rp30 miliar.