— PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali tercatat dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 (FSEA500) 2026. Perusahaan menempati posisi ke-68 dalam pemeringkatan yang mengurutkan 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara berdasarkan pendapatan tahun fiskal 2025.

Berdasarkan laporan, Pupuk Indonesia membukukan pendapatan audited sebesar Rp90,4 triliun, naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini dinilai sejalan dengan penguatan fundamental bisnis yang didorong oleh perubahan tata kelola dan peningkatan efisiensi operasional.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengatakan capaian itu merupakan hasil dari keseimbangan antara pengelolaan bisnis yang sehat dan pelaksanaan mandat strategis perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

“Fondasi yang dibangun melalui transformasi tata kelola dan efisiensi memungkinkan kami untuk terus mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat daya saing dan membuka ruang pertumbuhan jangka panjang,” ujar Yehezkiel dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Peran Reformasi Kebijakan Subsidi

Yehezkiel menyebut reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang dilakukan pemerintah turut memperkuat posisi perusahaan. Penyederhanaan distribusi melalui Perpres No 6/2025 disebut mempercepat penyaluran pupuk kepada petani dan meningkatkan efektivitas program subsidi.

Selain itu, perubahan skema subsidi melalui Perpres No 113/2025—dari cost plus menjadi marked-to-market—diklaim memperbaiki struktur pembiayaan industri pupuk. Kebijakan ini memberi ruang lebih besar bagi perusahaan untuk menjalankan investasi produktif, termasuk program revitalisasi.

Yehezkiel menambahkan efisiensi yang tercipta tidak hanya memperbaiki kinerja perusahaan, tetapi juga memberi manfaat langsung kepada petani sebagai pengguna utama pupuk bersubsidi.

“Efisiensi membuat penyaluran pupuk menjadi lebih efektif, sekaligus membuka ruang investasi strategis. Di sisi lain, manfaatnya juga kembali ke petani melalui penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sebesar 20% sejak Oktober 2025,” kata Yehezkiel.

Percepatan Revitalisasi dan Hilirisasi

Pupuk Indonesia menyatakan tengah mempercepat program revitalisasi dengan target pembangunan dan peremajaan tujuh pabrik dalam lima tahun ke depan. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi, kapasitas produksi, dan keandalan operasional.

Salah satu proyek yang telah diselesaikan adalah revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kalimantan Timur, yang disebut mampu menurunkan konsumsi gas lebih dari 10% dan meningkatkan efisiensi operasional.

Selain revitalisasi, perusahaan juga mendorong agenda hilirisasi lewat sejumlah proyek strategis. Di antaranya pembangunan pabrik soda ash berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bontang, Kalimantan Timur, serta pengembangan pabrik metanol untuk mendukung kebutuhan industri nasional dan memperkuat ketahanan energi.