— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menetapkan target ambisius: Bandara Soekarno-Hatta masuk daftar 10 bandara terbaik dunia pada 2029.

AHY mengatakan target itu realistis mengingat peningkatan peringkat bandara dalam beberapa tahun terakhir dan harus didukung penguatan aksesibilitas serta tata kelola.

“Kita punya semangat untuk menjadikan Bandara Soekarno-Hatta sebagai top 10 bandara terbaik di dunia pada tahun 2029. Dan tentu harus diikuti dengan penguatan aksesibilitasnya,” ujar AHY dalam rapat koordinasi penguatan ekosistem kebandarudaraan, Kamis (26/6/2026).

Menurut AHY, pemeringkatan internasional memperlihatkan kemajuan Soekarno-Hatta: pada 2022 berada di peringkat ke-51, meningkat ke peringkat ke-22 pada 2025, lalu naik lagi ke peringkat ke-19 pada 2026.

“Kenapa tidak kita punya ambisi untuk masuk 10 besar. Saya pikir ini feasible, bukan sesuatu yang terlalu jauh dari jangkauan kita,” tambahnya.

Langkah Pemerintah

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencapai target tersebut. Kementerian Perhubungan diminta mengevaluasi regulasi pengelolaan slot penerbangan, meningkatkan konektivitas antarmoda, dan memperkuat tata kelola operasional bandara.

Operator bandara didorong untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, melakukan digitalisasi layanan, serta mengintegrasikan berbagai sistem pelaporan.

AHY menyebut tantangan utama sektor kebandarudaraan adalah kolaborasi yang belum optimal antar-pemangku kepentingan. “Peningkatan jumlah penerbangan internasional terus terjadi, tetapi permasalahan utamanya adalah belum optimalnya tata kelola dan kolaborasi antar-stakeholders,” ujarnya.

Penguatan ekosistem kebandarudaraan juga dinilai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata nasional. AHY menyebut Presiden Prabowo Subianto mengarahkan agar lebih banyak bandara internasional dibuka di berbagai daerah untuk mempercepat perputaran ekonomi dan kunjungan wisatawan.

Agenda Dekarbonisasi dan Implementasi SAF

Salah satu agenda yang disiapkan pemerintah adalah dekarbonisasi sektor penerbangan melalui penggunaan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Pemerintah menargetkan implementasi awal SAF pada 2027 untuk penerbangan internasional yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dengan porsi awal sebesar 1%.

“Ini sebagai milestone awal sebelum kita lebih gencar lagi menggalakkan penggunaan Sustainable Aviation Fuel,” kata AHY.

Evaluasi Bandara Internasional

Pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap 19 bandara internasional yang telah kembali dibuka. Hasil monitoring menunjukkan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali masih menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara dengan pangsa sekitar 63,85% atau 6,9 juta wisatawan pada 2025.

Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta mencatat sekitar 2,7 juta wisatawan mancanegara atau sekitar 25% dari total kunjungan pada periode yang sama.

AHY menegaskan peningkatan daya saing bandara nasional harus menjadi prioritas karena kualitas layanan kebandarudaraan merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat konektivitas nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pengembangan pariwisata Indonesia.