— Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan kemacetan, banjir, dan persoalan sampah menjadi tiga keluhan utama wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Menurutnya, masalah itu memengaruhi daya saing negara dalam menarik wisatawan mancanegara.

Pernyataan disampaikan AHY usai rapat koordinasi penguatan ekosistem kebandarudaraan di Jakarta, Kamis (26/6/2026). Ia menekankan bahwa perbaikan destinasi saja tidak cukup bila infrastruktur dan layanan pendukung belum optimal.

AHY merinci tiga masalah yang sering mendapat sorotan.

“Biasanya yang sering mendapatkan sorotan itu isu kemacetan, kemudian banjir, termasuk ke arah Cengkareng, sampah. Jadi tiga itu bisa dikatakan tiga isu terbesar,”

Fokus Pada Konektivitas dan Pengalaman Wisatawan

Menurut AHY, pengalaman wisatawan ditentukan oleh keseluruhan perjalanan: kedatangan di bandara, kemudahan akses menuju destinasi, hingga kondisi lingkungan di lokasi wisata. Ia menilai faktor-faktor ini membentuk customer experience dan passenger experience yang berpengaruh pada citra Indonesia.

“Ini akan memberikan customer experience yang lebih baik, passenger experience yang lebih menyenangkan, dan memori itu akan lebih kuat. Dengan demikian citra positif terhadap Indonesia juga akan semakin tersebar luas,”

AHY menambahkan bahwa Indonesia bersaing langsung dengan negara-negara kawasan seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dalam menarik wisatawan internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas infrastruktur dan pelayanan dianggap penting untuk memperkuat daya tarik destinasi nasional.

Upaya Mengurai Kemacetan dan Perbaikan Layanan

Salah satu terobosan yang sedang disiapkan pemerintah adalah pengembangan layanan water taxi di Bali, sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas dan mempercepat mobilitas wisatawan.

“Begitu landing, wisatawan bisa langsung menuju lokasi-lokasi wisata di Bali menggunakan water taxi. Ini salah satu upaya untuk mengurai kemacetan,”

Selain itu, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di bandara sebagai pintu gerbang utama wisatawan. AHY menyinggung contoh bandara internasional yang menawarkan layanan lebih dari sekadar kebutuhan dasar untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.

“Kalau belajar dari sejumlah bandara internasional yang masuk peringkat dunia, mereka menawarkan berbagai pengalaman yang menyenangkan dan memudahkan. Penumpang menjadi lebih nyaman dan betah berada di bandara,”

Untuk mengatasi hambatan akses menuju bandara, AHY menyatakan pemerintah pusat dan daerah akan mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur dasar, termasuk ruas jalan yang rawan banjir dan kemacetan serta perbaikan tata ruang.

“Kami sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah. Tata ruangnya juga akan diperbaiki agar akses menuju dan keluar bandara benar-benar lebih lancar dan nyaman,”

Contoh dampak masalah lingkungan terlihat di Pantai Kastela, Ternate, Maluku Utara, di mana sampah dan limbah domestik kiriman berserakan sehingga mengurangi kenyamanan pengunjung.