Skybee — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) melaporkan laba bersih Rp589 miliar pada Mei 2026, sehingga perolehan kumulatif hingga bulan tersebut mencapai Rp3,4 triliun atau naik 17% secara tahunan.
Angka laba bersih Mei itu disebut setara 41% dari proyeksi setahun penuh menurut analis Verdhana Sekuritas, yang menilai kinerja sejauh ini sejalan dengan ekspektasi pasar.
Faktor Penggerak Laba
Verdhana mencatat perbaikan pengembalian terhadap ekuitas operasional, dengan ROAE yang meningkat menjadi 13,9% pada Mei dari 13,3% sebelumnya. Perbaikan ini, menurut broker, salah satunya dipengaruhi turunnya rasio biaya kredit menjadi 0,8% dari 1,1%.
Pada aspek pendapatan, net financing income BRIS pada Mei 2026 naik 8% menjadi Rp1,7 triliun, sehingga akumulasi hingga bulan tersebut mencapai Rp9 triliun atau sekitar 40% dari proyeksi tahunan Verdhana.
Neraca dan Rasio
Neraca bank tetap dinilai kuat oleh Verdhana. Pembiayaan tercatat tumbuh 15%, sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 17%, menjaga rasio pembiayaan terhadap DPK pada 88,8%.
Meskipun laba sebelum pencadangan naik 4% menjadi Rp963 miliar pada Mei, Verdhana menyorot adanya tekanan dari kenaikan biaya operasional yang menggerus pertumbuhan pendapatan.
Rekomendasi Dan Target Harga
Verdhana Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BRIS dengan target harga Rp3.250 per saham. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 90% dari harga saat ini, dengan perhitungan PBV target di 2,6 kali, sementara valuasi sekarang tercatat PBV 1,6 kali.
“Adapun ROAE membaik menjadi 13,9% pada Mei lalu dari 13,3%, didorong oleh penurunan biaya kredit menjadi 0,8% dari 1,1%.”
Ikuti Skybee
