— Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Maybank Indonesia Tbk menyetujui rencana pengambilalihan saham pada tiga entitas anak untuk membentuk Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan (PIKK). Langkah ini menempatkan Maybank Indonesia sebagai PIKK dalam struktur Konglomerasi Keuangan Maybank.

Pengambilalihan mencakup saham pada PT Maybank Asset Management, PT Maybank Sekuritas Indonesia, dan PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia. Tindakan tersebut akan dilakukan setelah memperoleh persetujuan dari regulator sektoral masing-masing entitas anggota konglomerasi.

Struktur Konglomerasi Setelah Transaksi

Setelah proses akuisisi saham selesai, struktur Konglomerasi Keuangan Maybank akan terformalisasi sebagai berikut:

  • PT Bank Maybank Indonesia Tbk sebagai PIKK;
  • PT Maybank Sekuritas Indonesia sebagai anggota;
  • PT Maybank Asset Management sebagai anggota;
  • PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia sebagai anggota;
  • PT Maybank Indonesia Finance sebagai anggota;
  • PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) sebagai anggota.

Para pemegang saham juga menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk memastikan kepatuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Konglomerasi Keuangan dan Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan.

Tujuan dan Pernyataan Pimpinan

Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, menyatakan bahwa penetapan Maybank Indonesia sebagai PIKK merupakan tonggak penting dalam mendukung strategi ROAR30 Maybank Group dan memperkuat posisi grup di kawasan ASEAN.

“Dengan mengintegrasikan ekosistem bisnis perbankan, wealth management, sekuritas, dan asuransi, hal ini akan meningkatkan kapablitas kami dalam menghadirkan solusi keuangan yang seamless dan berorientasi pada kebutuhan nasabah baik, individu maupun pelaku usaha yang terus berkembang di Indonesia,”

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan struktur baru itu lebih dari sekadar reorganisasi korporasi. Ia menyampaikan apresiasi kepada OJK atas arahan dan dukungan selama proses berlangsung.

“Struktur Konglomerasi Keuangan Maybank ini akan semakin memperkuat sinergi antar sesama entitas untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan selaras dengan misi Humanising Financial Services,”

Susunan Manajemen

Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Effendi dari jabatannya sebagai Direktur Manajemen Risiko Maybank Indonesia. Manajemen menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi Effendi selama masa pengabdiannya.