— Warga Kabupaten Pandeglang, Banten, melaporkan lonjakan harga sejumlah obat-obatan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan terjadi pada obat bebas maupun obat resep, sehingga pengeluaran untuk kebutuhan medis menjadi lebih besar.

Keluhan itu muncul di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, yang dinilai memengaruhi biaya produksi industri farmasi.

Dampak Pelemahan Rupiah Terhadap Industri Farmasi

Beberapa pelaku sektor kesehatan dan masyarakat menilai sebagian bahan baku obat masih bergantung pada impor. Akibatnya, kenaikan kurs dolar ikut mendorong naiknya biaya produksi dan distribusi obat di pasaran.

Kondisi ini dirasakan langsung oleh pasien yang membutuhkan obat secara rutin, karena kenaikan harga menambah beban pengeluaran rumah tangga.

Harapan Masyarakat dan Industri

Masyarakat meminta langkah dari pemerintah dan pelaku industri farmasi agar ketersediaan obat tetap terjaga dengan harga yang terjangkau. Permintaan itu mencakup upaya mengendalikan harga serta kebijakan yang bisa meringankan dampak fluktuasi nilai tukar terhadap biaya obat.