Skybee — Nilai tukar rupiah kembali turun dan menutup perdagangan Selasa, 23 Juni 2026, di level Rp17.859 per dolar AS. Pelemahan ini membuat rupiah semakin mendekati ambang Rp18.000 per dolar AS.
Pada sesi siang hari yang sama, rupiah sempat melemah 19 poin atau 0,11% ke posisi Rp17.862 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup melemah 16 poin.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan berlangsung walau sentimen pasar global menunjukkan perbaikan setelah kemajuan dalam upaya perdamaian antara AS dan Iran.
“Pengecualian sanksi, yang juga mencakup layanan perbankan, asuransi, dan pengiriman terkait, telah meningkatkan ekspektasi bahwa ekspor Iran dapat meningkat dalam beberapa minggu mendatang, berpotensi meningkatkan pasokan global pada saat kekhawatiran atas gangguan melalui Selat Hormuz mereda,”
Ibrahim menyampaikan keterangannya, Selasa (23/6/2026).
Faktor Domestik: Penantian Hasil Evaluasi MSCI
Dari sisi domestik, rupiah juga mendapat tekanan ketika pelaku pasar menunggu hasil evaluasi MSCI. Kewaspadaan muncul setelah MSCI merilis Global Market Accessibility Review yang menurunkan penilaian indikator Information Flow Indonesia dari “positif” menjadi “negatif”.
Laporan MSCI mencatat sejumlah isu, termasuk keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham publik atau free float, indikasi aktivitas perdagangan yang dinilai terkoordinasi, serta ketersediaan informasi perusahaan emiten yang sering tidak lengkap dalam bahasa Inggris.
Ikuti Skybee
