— Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo 98 berpeluang turun pada awal Juli 2026 seiring tren pelemahan harga minyak mentah dunia. Pengamat mengaitkan potensi penyesuaian harga BBM domestik dengan perkembangan pasar minyak global.

Ibrahim Assuaibi, pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas dari PT Traze Andalan Futures, mengatakan tren penurunan harga minyak mulai tampak setelah periode kenaikan yang dipicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Menurutnya, perkembangan ini penting dalam penetapan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Data Harga Minyak Global

Berdasarkan data per 23 Juni 2026 pukul 17.00 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat US$77,45 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) berada di US$73,53 per barel.

Ibrahim menyatakan bahwa harga minyak masih berpeluang turun lebih jauh jika ketegangan geopolitik mereda dan pasokan global terjaga.

“Sehingga saya masih optimis bahwa minyak mentah kemungkinan besar akan di bawah US$70 per barel,”

Selain itu, ia mengutip potensi kelebihan pasokan atau oversupply pada 2027 yang diperkirakan dapat menekan harga energi internasional.

“Berdasarkan informasi di tahun 2027, oversupply terhadap minyak mentah ini akan membuat harga minyak secara internasional itu di US$60 sampai dengan US$70 per barel,”

Impak pada Harga BBM Domestik

Ibrahim menilai tren penurunan harga minyak dunia bisa mendorong penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal Juli. Jika kondisi pasar membaik, harga Pertamax 92, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo 98 berpeluang kembali mendekati level sebelum kenaikan pertengahan Juni.

Per 10 Juni 2026, Pertamina Patra Niaga menaikkan harga BBM nonsubsidi. Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Pertamax Green 95 meningkat menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo tercatat tetap di Rp20.750 per liter sejak 1 Juni 2026.

Untuk BBM jenis solar nonsubsidi, Pertamina Dex masih dibanderol Rp24.800 per liter dan Dexlite Rp23.000 per liter.

Dampak Ekonomi

Ibrahim mengatakan penurunan harga BBM nonsubsidi berpotensi berdampak positif terhadap perekonomian. Selain membantu menjaga daya beli masyarakat, penurunan harga energi juga dapat menurunkan biaya transportasi dan distribusi barang.

Menurutnya, kondisi ini dapat menjadi sentimen positif bagi aktivitas ekonomi nasional menjelang pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 yang dijadwalkan rilis pada Juli mendatang.