— Berikut rangkuman lima berita ekonomi utama pada Kamis, 25 Juni 2026. Berita mencakup penyesuaian program sosial, rencana pembiayaan internasional, pergerakan nilai tukar, kebijakan sektor pertambangan, dan kebijakan penempatan dana pemerintah.

Setiap poin merangkum perkembangan dan pernyataan resmi terkait isu-isu tersebut tanpa penambahan analisis baru.

Anggaran Disunat, Penerima MBG Dipangkas

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mengalami pengurangan penerima manfaat setelah adanya penyesuaian anggaran. Jumlah penerima dilaporkan turun menjadi sekitar 49 juta orang.

Badan Gizi Nasional (BGN) dikabarkan tengah mengkaji pemangkasan anggaran dan evaluasi target penerima program yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Dua sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebut BGN mempertimbangkan pengurangan sedikitnya 15% dari anggaran 2026 yang awalnya sebesar Rp 268 triliun, dengan estimasi pengurangan sekitar Rp 40 triliun hingga Rp 50 triliun.

Pemerintah Targetkan Terbitkan Panda Bond Juli 2026

Pemerintah menargetkan penerbitan Panda Bond di pasar Tiongkok pada Juli 2026 sebagai bagian dari upaya diversifikasi pembiayaan pembangunan. Instrumen berdenominasi yuan tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor internasional bagi surat utang Indonesia.

Plt. Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan, Herman Saheruddin, menyatakan pemerintah mendapat dukungan dari Kementerian Keuangan Tiongkok dan People’s Bank of China (PBOC). Herman juga menyebut sedikitnya 15 investor menunjukkan ketertarikan, termasuk Agricultural Bank of China, Zhongou Asset Management, ICBC Wealth Management, Minsheng Tonghui AMC, CITIC-Prudential Life Insurance Company, Bank of China Wealth Management, China Exim Bank, dan Harvest Fund Management.

Rupiah Bertahan Di Bawah Rp 18.000 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis pada perdagangan sore 25 Juni 2026, menutup pada level Rp 17.943 per dolar AS, naik 9 poin dari penutupan sebelumnya di Rp 17.952.

Penguatan rupiah terkait meredanya kekhawatiran pasokan setelah kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang memengaruhi lalu lintas di Selat Hormuz, sehingga harga minyak mentah dunia turun tajam dan turut mempengaruhi sentimen pasar.

RKAB Nikel Masih Dalam Pembahasan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan belum ada keputusan final mengenai besaran Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel untuk tahun 2026. Pemerintah masih mengevaluasi usulan perubahan RKAB yang diajukan pelaku usaha.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno, mengatakan pembahasan masih berlangsung dan belum mengarah pada penetapan angka produksi tertentu. “Terkait RKAB nikel, pemerintah tetap akan menggunakan mekanisme evaluasi resmi sebelum menetapkan perubahan RKAB. Belum sampai pada keputusan angka, masih dalam pembahasan,” ujar Tri pada Kamis (25/6/2026).

Kemenkeu: Penarikan SAL dari Himbara Dilakukan Bertahap

Kementerian Keuangan memastikan penarikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang ditempatkan di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dilakukan secara bertahap. Pemerintah belum merinci jumlah dan waktu pasti penarikan tersebut.

Catatan sebelumnya menunjukkan pemerintah memiliki SAL sekitar Rp 420 triliun, dengan sekitar Rp 300 triliun ditempatkan di perbankan sejak September 2025 dan sekitar Rp 120 triliun ditempatkan di Bank Indonesia.