— Pemerintah menegaskan program Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda dirancang sebagai satu kesatuan ekosistem untuk memperluas akses, meningkatkan mutu, dan menjamin keadilan pendidikan.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Andy Kurniawan menyatakan Sekolah Rakyat bukanlah program terpisah, melainkan bagian afirmatif yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait guna menjangkau kelompok invisible people yang selama ini terkendala akses pendidikan akibat hambatan sosial-ekonomi.

Peran Lintas Kementerian Dalam Satu Ekosistem

Andy menjelaskan pembagian tugas antarlembaga dalam ekosistem itu. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR bertanggung jawab membangun fasilitas fisik, sedangkan pemerintah daerah menyediakan lahan.

“Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait. Kemendikdasmen menyusun kurikulum, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan. Semuanya bekerja dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda,” ujar Andy.

Target Ekspansi dan Pemberdayaan Keluarga

Pemerintah menetapkan peta jalan ekspansi terukur dengan target pembangunan 100 titik sekolah baru setiap tahun hingga mencapai 500 titik pada 2029. Pendekatan yang ditempuh tidak hanya fokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi keluarga siswa.

Andy menyebut pemberdayaan keluarga diintegrasikan melalui program bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih, dengan tujuan membantu keluarga siswa “naik kelas” secara sosial dan ekonomi.

Harapan Masa Depan Pendidikan

Menurut Andy, upaya ini diharapkan turut mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045 serta memberi harapan masa depan yang lebih baik bagi anak didik.

Pengamat pendidikan R. Alpha Amirrachman menilai pembagian peran antara Sekolah Negeri, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda sebagai strategi keadilan yang ideal untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan.

“Kebijakan pendidikan berlapis ini adalah terobosan krusial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi bagi 3,4 juta anak yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan ekstrem. Dengan kolaborasi antar-kementerian yang semakin solid dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu, kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan relevan seperti literasi AI dan data science,” kata Alpha.