— PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp274 miliar atau setara Rp65 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan itu disepakati dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 23 Juni 2026.

Rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio/DPR) tercatat sebesar 56,35% dari laba bersih RAJA, mendekati panduan kebijakan dividen perseroan yang mengarah pada sekitar 60% sesuai prospektus IPO 2006.

Sepanjang tahun buku 2025, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$27.240.089 atau ekuivalen Rp486 miliar (asumsi kurs Rp17.860 per US$). Angka tersebut meningkat dari laba US$25.552.112 pada 2024.

Peningkatan laba mendorong kenaikan total dividen tunai dari Rp60 per saham pada 2024 menjadi Rp65 per saham pada 2025. Pembayaran dividen itu menghasilkan imbal hasil (yield) sebesar 1,67%, berdasarkan harga saham RAJA pada posisi Rp3.890 per 23 Juni 2026.

Rincian pembayaran menyebutkan dividen interim sebesar Rp25 per saham telah dibayarkan pada 28 Januari 2026, sedangkan sebesar Rp40 per saham ditetapkan sebagai dividen final, sehingga totalnya mencapai Rp65 per saham.

Persetujuan Pemecahan Saham

Di samping keputusan dividen, pemegang saham RAJA dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) menyetujui rencana pemecahan saham atau stock split dengan rasio 1:5, yakni setiap 1 saham lama akan menjadi 5 saham baru.

Setelah stock split, nilai nominal saham menjadi Rp5 per saham dengan jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 21.135.412.500 saham, dibandingkan sebelumnya Rp25 per saham setara 4.227.082.500 saham.

Penetapan rasio didasarkan pada jumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejumlah 4.227.082.500 saham dengan nilai nominal Rp25 per saham dan harga penutupan 18 Juni 2026 sebesar Rp3.870 per saham.

Manajemen RAJA mengatakan bahwa persetujuan stock split akan menambah jumlah lembar saham sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan. Selain itu, pemecahan saham dinilai akan membuat harga saham lebih terjangkau bagi investor ritel dan mendorong peningkatan transaksi.

“Pemecahan saham ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan harga saham RAJA saat ini yang telah berada pada level relatif tinggi yaitu sebesar Rp4.170 per saham (berdasarkan harga penutupan per 12 Mei 2026 yang menyebabkan nilai investasi minimum untuk 1 lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor,”

Manajemen menyatakan praktik stock split tersebut lazim dilakukan di pasar modal dengan tujuan meningkatkan kualitas perdagangan saham perseroan di BEI.