— Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) berkomitmen menyalurkan pendanaan sebesar US$17 miliar untuk mendukung sejumlah proyek pembangunan di Indonesia pada periode 2025–2029. Pernyataan itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai pertemuan bilateral dengan pimpinan AIIB di Beijing, Rabu (17/6/2026).

Purbaya menyebut komitmen ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas pembiayaan nasional dan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis pemerintah.

“Yang paling penting adalah kita berhasil mengamankan pendanaan sekitar US$ 17 miliar untuk proyek-proyek pembangunan di Indonesia antara tahun 2025 sampai 2029. Itu merupakan kontribusi yang sangat besar bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di Indonesia,” ujar Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (18/6/2026).

Pendanaan tersebut masuk dalam rencana proyek bergulir multi-tahun (Multi-Year Rolling Pipeline) yang telah dibahas bersama AIIB. Pemerintah menyatakan komitmen untuk memastikan keberlanjutan pendanaan dari lembaga multilateral itu guna mendukung agenda pembangunan nasional.

Rencana Pembukaan Kantor Perwakilan AIIB

Selain dukungan pembiayaan, AIIB menunjukkan minat membuka kantor perwakilan di Jakarta. Rencana ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja sama dan meningkatkan koordinasi pelaksanaan proyek-proyek yang didukung AIIB.

“AIIB juga berminat untuk membangun semacam kantor cabang di Jakarta. Kita tentu menyambut baik niat tersebut dan saya berharap pada Juni tahun depan kantornya sudah berdiri,” kata Purbaya.

Kepercayaan AIIB terhadap Fiskal Indonesia

Purbaya menuturkan AIIB tidak menyatakan kekhawatiran terkait pengelolaan fiskal Indonesia maupun prospek ekonomi ke depan. Menurutnya, lembaga itu tetap yakin terhadap kredibilitas fiskal Indonesia.

“Mereka tidak ada masalah dengan fiskal Indonesia. Mereka yakin dengan kredibilitas dan kreativitas fiskal kita,” ujar Purbaya.