— PT Brantas Abipraya (Persero) bersama enam Badan Usaha Milik Negara lainnya melaksanakan program Blue Impact di Pantai Minang Rua, Desa Kelawi, Kabupaten Lampung Selatan pada 12 Juni. Kegiatan ini menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.

Rangkaian program yang digelar mencakup konservasi dan penanaman terumbu karang, edukasi literasi keuangan untuk warga, serta layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.

Komitmen BUMN Untuk Lingkungan dan Masyarakat

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyatakan kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen BUMN dalam memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat pesisir.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan dampak nyata bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Laut memiliki peran vital sebagai sumber kehidupan, penopang ketahanan pangan, dan penggerak ekonomi masyarakat pesisir sehingga kelestariannya harus dijaga bersama,”

Dian menjelaskan peran strategis terumbu karang sebagai habitat biota laut, pelindung alami pantai dari abrasi dan gelombang, serta penyangga keseimbangan ekosistem pesisir. Oleh karena itu, upaya konservasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal.

Program Terpadu: Konservasi dan Literasi

Selain aktivitas penanaman dan konservasi terumbu karang, program ini menyertakan sesi edukasi literasi keuangan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan keluarga dan mendorong kemandirian ekonomi warga pesisir.

Perwakilan BUMN juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pihak kecamatan, panitia pelaksana, serta masyarakat Desa Kelawi atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.

Sinergi Lintas Sektor

Dian menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut sekaligus menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Keberhasilan konservasi tidak dapat dilakukan sendiri. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan ekosistem laut tetap terjaga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang,”

Dukungan Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, menilai program sejalan dengan upaya daerah dalam menjaga kelestarian pesisir sekaligus memperkuat potensi pariwisata berkelanjutan.

“Kegiatan ini membawa dua misi penting yang saling berkaitan, yakni rehabilitasi terumbu karang dan edukasi lingkungan. Upaya memulihkan ekosistem bawah laut harus dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat agar pelestarian lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan,”

Menurut Nyoman, kegiatan ini juga mendukung program Desa Helau (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang sedang dikembangkan oleh pemerintah kabupaten. Dengan status Minang Rua sebagai salah satu desa wisata terbaik tingkat nasional, lokasi tersebut dinilai strategis untuk mengembangkan konservasi sekaligus wisata berbasis lingkungan.

Menutup pernyataannya, Dian menegaskan peran masyarakat pesisir sebagai garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Ia menyatakan ekosistem bawah laut yang sehat tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Minang Rua serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.