Skybee — Hampir dua bulan bertugas di Daerah Kerja Makkah, Tim Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 5 menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendampingi jemaah lanjut usia. Tim bertugas merawat dan mengawal ribuan jemaah lansia agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman dan tertib.
Sektor 5 membawahi 18 hotel dengan total jemaah lansia sekitar 3.800 orang. Dari jumlah itu, sekitar 800 jemaah berstatus kritis mendapat pengawalan dan layanan intensif, mulai dari pelaksanaan umrah wajib hingga puncak haji.
M. Ridho Prabowo, yang ditunjuk sebagai Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas di sektor 9, mengatakan penugasan ini memberikan pengalaman emosional dan spiritual. “Ini sudah garis tangan saya. Saya memang senang sekali bersentuhan dengan banyak masyarakat terutama ya lansia dan disabilitas. Di Daker Makkah ini luar biasa. Saya tidak pernah mengira bisa menjadi salah satu bagian dari tim lansia,” ujarnya saat ditemui di Makkah, Rabu (17/6/2026).
Ridho menambahkan bahwa seluruh tugas dilaksanakan dengan keikhlasan. Ia menyamakan pelayanan tim dengan merawat orang tua sendiri, seraya berharap pengabdian itu mendapat balasan dari Tuhan.
Layanan Lapangan dan Keseharian
Dua petugas Landis Sektor 5, Abdul Aziz dan Muhammad Rosi, menggambarkan aktivitas harian yang padat dan sarat emosi. Mereka melakukan visitasi hotel, kontrol kesehatan rutin, menyelenggarakan senam lansia, serta mengawal pelaksanaan umrah wajib.
Untuk memberi pemulihan, tim memberi kelonggaran waktu istirahat satu hari penuh bagi jemaah lansia usai kedatangan. Kebijakan ini berbeda dengan jemaah sehat yang biasanya berangkat setelah enam jam istirahat.
Proses pendampingan menuju umrah wajib kerap menjadi momen mengharukan. Petugas mengawal jemaah sejak dari hotel, membantu menaikkan ke bus, hingga koordinasi di Terminal Syib Amir untuk penyediaan kursi roda bersama Sektor Khusus.
“Banyak momen haru di terminal. Jemaah yang kebingungan kami tenangkan dan kami bimbing dari hati ke hati. Saat tahu mereka bisa melihat Ka’bah dan menyelesaikan umrah, rasanya sangat plong,” kata Abdul Aziz.
Layanan Personal di Hotel
Tugas tim tidak hanya soal ibadah. Di hotel, petugas kerap melakukan layanan personal bagi jemaah lansia tanpa pendamping keluarga, seperti menyuapi, mengganti popok, memandikan, hingga membantu ke kamar mandi.
Rosi menceritakan ada juga jemaah non-lansia yang mengalami stroke dan rutin menghubungi petugas ketika membutuhkan bantuan. Pada awalnya beberapa jemaah merasa canggung, tetapi pendekatan persuasif dan ketulusan mengubah kecurigaan menjadi kepercayaan.
“Lama-kelamaan mereka terbuka. Sembari memandikan, kami bercengkrama tentang keluarga mereka di rumah. Malah setelah itu, mereka selalu meminta bantuan kami lagi karena tidak tahu harus bersandar kepada siapa lagi selain petugas,” ujar Aziz.
Patroli Saat Fase Armuzna
Ujian berat datang saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Dalam program Safari Wukuf Lansia, Sektor 5 menempatkan 38 jemaah lansia kritis di hotel transit khusus dan menerapkan patroli tiap 15 menit selama 5–7 hari untuk memantau kondisi.
Kepala Sektor 9 Daerah Kerja Makkah, Arienta Nurcahya, menyatakan sejak awal menekankan agar petugas fokus pada pelayanan tanpa memandang atribut. Ia menyampaikan motivasi dan transparansi kepada tim sehingga pelaksanaan tugas berjalan baik.
“Jadi yang diangkat menjadi koordinator benar-benar menjalankan tugasnya. Dan ternyata memang baik-baik saja sektor 9 gitu loh. Jadi performa dari keseluruhan luar biasa,” kata Arienta.
Pelayanan intensif Tim Landis Sektor 5 menunjukkan campur tangan personal dan koordinasi lapangan yang ketat untuk memastikan jemaah lansia mendapatkan pendampingan menyeluruh selama menjalankan ibadah di Makkah.
Ikuti Skybee
