— Stasiun Kereta Api Jakarta International Stadium (JIS) diresmikan pada Senin (22/6) sebagai bagian dari “Aktivasi Operasional Terbatas Stasiun JIS”. Peresmian dipimpin Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan digelar di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Pembangunan stasiun ini dimaksudkan untuk memperkuat konektivitas transportasi publik dan meningkatkan akses masyarakat ke kawasan strategis JIS. Stasiun JIS berada pada lintas Commuter Line Tanjung Priok, di antara Stasiun Ancol dan Stasiun Tanjung Priok, serta terhubung dengan Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota.

Operasional dan Tarif

Sejak 22 Juni 2026 pukul 13.00 WIB, layanan Commuter Line Tanjung Priok mulai berhenti di Stasiun JIS. Perjalanan dilayani setiap 30 menit dan jam operasional ditetapkan mulai pukul 05.30 hingga 21.00 WIB setiap hari selama masa operasional terbatas.

Dalam rangka Hari Ulang Tahun Jakarta ke-499, tarif perjalanan menuju dan dari Stasiun JIS ditetapkan sebesar Rp1 pada periode 22–28 Juni 2026. Kebijakan tarif ini diberlakukan sebagai upaya mendorong masyarakat mencoba dan membiasakan penggunaan transportasi publik.

Standar Keselamatan dan Fasilitas

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian memastikan operasional Stasiun JIS berjalan sesuai standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Pendampingan teknis serta evaluasi bersama Pemprov DKI dilakukan selama masa operasional terbatas.

Kondisi fisik stasiun yang meliputi area peron, jalur pedestrian, dan jembatan penghubung telah selesai. Fasilitas pendukung seperti lift dan eskalator tersedia, sementara akses tambahan akan disempurnakan bertahap agar stasiun mencapai standar optimal.

Sinergi Antar Lembaga

Pembangunan dan pengoperasian Stasiun JIS melibatkan sinergi antara Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Kereta Commuter Indonesia. Kolaborasi ini disebut sebagai kunci menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan stasiun ini merupakan wujud komitmen Pemprov DKI dalam menyediakan transportasi publik yang lebih baik, modern, dan terhubung bagi warga Jakarta. Menhub Dudy Purwagandhi menilai stasiun baru sebagai kontribusi menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan dan efisien.

Pengembangan Lebih Lanjut

Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono menyampaikan pihaknya akan terus memberikan pendampingan agar Stasiun JIS dapat dikembangkan menjadi stasiun ultimate. Dalam rekomendasi teknis kepada Pemprov DKI, DJKA mengusulkan penambahan ramp sebagai alternatif akses selain elevator serta pembukaan akses dari Jl. R.E. Martadinata dengan mempertimbangkan aspek keselamatan terkait proyek Harbour Toll Road.

Allan menyatakan kesiapan mengawal pembangunan hingga setiap tahap memenuhi standar keselamatan dan pelayanan yang tidak dikompromikan.

Pelayanan dan Perkiraan Pengguna

Direktur KAI Commuter Mochamad Purnomo Sidi mengatakan pihaknya akan menyiagakan petugas pelayanan selama masa operasional terbatas agar pengguna mendapatkan layanan setara dengan stasiun lain. Purnomo menyampaikan dukungan penuh KAI Commuter terhadap layanan masyarakat di Stasiun JIS.

Pada fase awal operasional terbatas, Stasiun JIS diperkirakan melayani sekitar 1.000–2.000 pengguna Commuter Line per hari. Pihak pengelola berkomitmen untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan secara bertahap serta mengimbau pengguna menjaga fasilitas demi kenyamanan bersama.