— PT Semen Indonesia Tbk melalui unit usahanya, PT Solusi Bangun Andalas, mengubah tumpukan sampah kelapa di kawasan wisata Pantai Lampuuk, Aceh, menjadi sumber ekonomi baru.

Program bernama Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera (Sakeladera) mengolah sabut kelapa menjadi cocopeat—serbuk halus yang dicampur dalam pakan ternak—dengan tujuan menekan biaya pakan dan mengurangi emisi dari pembakaran sampah.

Inovasi ini lahir dari persoalan timbulan sampah kelapa sekitar 60 ton per bulan di Pantai Lampuuk yang selama ini dibiarkan membusuk atau dibakar. Pembakaran sampah diduga menghasilkan emisi hingga 34,8 ton CO2 per bulan.

Sementara itu, peternak unggas lokal menghadapi keterbatasan pasokan pakan dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, sehingga biaya pakan pernah mencapai Rp48 juta per bulan.

Pelaksanaan Program

Pada 2024, Solusi Bangun Andalas menginisiasi Sakeladera dan kembali menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil), yang sebelumnya berkolaborasi dalam program lain sejak 2022.

Perusahaan menyediakan peralatan pengolah sabut kelapa menjadi cocopeat, sekaligus memberi edukasi dan pendampingan kepada Basagemil serta sosialisasi kepada masyarakat setempat agar program berjalan efektif.

Dampak Lingkungan dan Ekonomi

Program ini terbukti menurunkan timbulan sampah menjadi 20–24 ton per bulan dari sebelumnya 60 ton per bulan.

Bagi peternak unggas di Lhoknga, inovasi cocopeat membantu menekan biaya pakan hingga 60% atau sekitar Rp28,2 juta per bulan, serta mengurangi ketergantungan pada pasokan pakan dari luar daerah.

Lebih dari aspek lingkungan dan efisiensi biaya, Sakeladera juga menghasilkan nilai ekonomi lokal. Rantai pasok program melibatkan 28 orang, mulai dari pengumpulan sampah di pantai, pemilahan dan pengolahan, hingga distribusi produk.

Produk cocopeat yang dihasilkan telah lulus uji laboratorium Balai Riset dan Standardisasi Industri terkait kandungan kalsium dan protein.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa Sakeladera merupakan wujud komitmen perusahaan pada pembangunan berkelanjutan sesuai Sustainability Roadmap SIG 2030. Vita mengatakan program tersebut menjadi bukti kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Aceh.

Menurut pernyataan perusahaan, program ini memberikan rasio social return on investment (SROI) sebesar 2,5 — artinya setiap Rp1 investasi menghasilkan Rp2,5 manfaat bagi masyarakat.

Suara Penerima Manfaat

Muhammad Ikhsan, anggota Kelompok Usaha Puyuh Andalas binaan Solusi Bangun Andalas, menyampaikan terima kasih atas kehadiran program. Ia mengatakan Sakeladera telah membawa perubahan nyata bagi operasional usaha kelompoknya.

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak,” ujar Ikhsan.