Skybee — PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) resmi mengoperasikan pabrik baru di Karawang dengan kapasitas 2,4 juta metrik ton pada kuartal I-2026. Perusahaan—bagian dari Grup Sinar Mas—menilai fasilitas tersebut akan menjadi katalis utama bagi lonjakan kinerja operasional dan keuangan.
Selain kapasitas tambahan, kondisi pasokan yang mengetat dan permintaan tetap kuat untuk kertas kemasan serta kertas tisu disebut-sebut memperkuat prospek pertumbuhan bisnis INKP.
Proyeksi Pendapatan dan Laba
Analis KB Valbury Sekuritas, Adolf RB Setiadi, memperkirakan INKP akan membukukan pendapatan sebesar US$ 3,5 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi US$ 3,8 miliar pada 2027.
Dalam riset yang sama, proyeksi EBITDA INKP dipatok pada US$ 968 juta untuk 2026 dan naik menjadi US$ 1,09 miliar pada 2027. Laba bersih diproyeksikan sebesar US$ 521 juta pada 2026 dan meningkat menjadi US$ 570 juta pada 2027.
Performa Kuartal I-2026
Hingga kuartal I-2026, INKP mencatatkan kinerja yang solid. Pendapatan tumbuh 4,3% menjadi US$ 816 juta, didorong oleh stabilnya bisnis bubur kertas (pulp) dan kontribusi yang meningkat dari bisnis kertas.
Per Maret 2026, penjualan pulp dilaporkan naik 8,1% menjadi 2 juta ton, sementara kertas industri meningkat 10% menjadi 2 juta ton. EBITDA kuartal I-2026 tumbuh 33,5% menjadi US$ 257 juta, sedangkan laba bersih naik 11,4% menjadi US$ 156 juta.
Target Harga Saham
KB Valbury Sekuritas menginisiasi rekomendasi buy untuk saham INKP dengan target harga Rp 11.200, yang disebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 51,3%. Penilaian target harga menggunakan metode discounted cash flow dan setara dengan estimasi valuasi EV/EBITDA 2026 sebesar 7,8 kali.
Sebelumnya, BCA Sekuritas menaikkan proyeksi pendapatan INKP menjadi US$ 3,7 miliar untuk 2026 dan US$ 4 miliar untuk 2027. BCA Sekuritas juga menambah proyeksi laba bersih 2026 menjadi US$ 545 juta dan mempertahankan rekomendasi buy, sekaligus menaikkan target harga menjadi Rp 11.700 dari sebelumnya Rp 8.700.
Menurut BCA Sekuritas, target harga terbaru mencerminkan estimasi PER 2026 sebesar 7,4 kali atau setara standar deviasi +1 dari rata-rata tiga tahun.
Risiko
Risiko yang disebutkan dalam riset meliputi penurunan permintaan pulp global, volatilitas kondisi ekonomi makro, dan ketidakpastian tarif global.
“Kami memperkirakan INKP membukukan pendapatan sebesar US$ 3,5 miliar pada 2026 dan meningkat menjadi US$ 3,8 miliar pada 2027,” tulis Adolf RB Setiadi dalam risetnya.
Ikuti Skybee
