— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound dan menguat pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Prospek penguatan datang meski indeks sempat ditutup melemah pada sesi sebelumnya.

Kemarin IHSG terpantau turun 0,78% ke level 6.172 di tengah sikap wait and see investor yang menantikan pengumuman hasil MSCI Global Market Accessibility Review. Aksi profit taking tercatat dominan pada saham perbankan dan telekomunikasi setelah reli beberapa hari terakhir.

Meski demikian, tekanan jual mereda menjelang penutupan seiring penguatan saham-saham konglomerasi, termasuk AMMN, BRPT, PTRO, dan TPIA. Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh kondisi nilai tukar rupiah yang kembali melemah ke Rp17.794 per dolar AS.

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% tak menghalangi pelemahan rupiah pada sesi terakhir. Di sisi makro, pasar menyorot dampak lanjutan kebijakan moneter terhadap stabilitas mata uang dan arus modal asing.

BRI Danareksa Sekuritas menilai fokus pelaku pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Global Market Accessibility Review yang berpotensi menjadi katalis utama bagi masuknya dana asing ke pasar domestik. Selain itu, perkembangan kesepakatan damai antara AS dan Iran disebut turut memengaruhi sentimen melalui dampaknya terhadap harga minyak dunia.

Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menuliskan, “IHSG mampu pullback diatas level support-nya pada 6.071-5.931 dan berpotensi menguat menuju resistance terdekatnya pada 6.300-6.350.” Pernyataan ini menjadi acuan bagi strategi jangka pendek pelaku pasar.

Di pasar global, indeks-indeks utama Wall Street ditutup menguat pada sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average naik 0,14% ke 51.564,7; S&P 500 menguat 1,08% ke 7.500,5; dan Nasdaq Composite naik 1,91% menjadi 26.517,9.

Menanggapi kondisi teknikal dan sentimen tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham MBMA, MDKA, dan DEWA sebagai pilihan untuk strategi trading pada hari ini.