Skybee — Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) ditutup menguat 10,19% ke level Rp173 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Kenaikan terjadi di tengah aktivitas jual-beli yang intens, dengan 450,7 juta saham berpindah tangan dan nilai transaksi mencapai Rp2,35 triliun.
Meskipun harga melonjak, investor asing tercatat melakukan net sell senilai Rp335,57 miliar. Di sisi lain, investor domestik menjadi pihak penyeimbang dengan mencatatkan net buy sebesar Rp335,6 miliar, menurut data pada aplikasi Stockbit Sekuritas.
Pergerakan Saham dan Rekomendasi Broker
Frekuensi perdagangan saham BUMI mencapai 201.171 kali. Sebelumnya, pada 12 Juni 2026, saham perusahaan juga sempat menguat signifikan hingga 12,14%.
MNC Sekuritas menyoroti pergerakan BUMI pada perdagangan Rabu, 17 Juni 2026. Menurut broker tersebut, penguatan 10,19% disertai peningkatan volume pembelian dan posisi harga yang mampu bertahan di atas MA20. “Penguatannya pun mampu berada di atas MA20,” demikian catatan MNC Sekuritas.
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada rentang Rp157–170 dengan target pertama Rp214 dan target kedua Rp238. Level stoploss ditetapkan di bawah Rp153.
RUPST dan RUPSLB Dijadwalkan 18 Juni
PT Bumi Resources Tbk mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 18 Juni 2026 di JS Luwansa Hotel Jakarta.
Agenda RUPST mencakup lima mata acara, antara lain pengesahan neraca dan perhitungan laba/rugi untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, serta perubahan dan/atau penetapan kembali susunan direksi dan dewan komisaris. RUPSLB hanya memuat satu mata acara yakni perubahan anggaran dasar perseroan untuk penyesuaian terhadap Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Kinerja Keuangan 2025
Sepanjang 2025, BUMI mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$81 juta, setara sekitar Rp1,35 triliun, naik 20,1% dari US$67,5 juta pada periode sebelumnya.
Per 31 Desember 2025, BUMI melaporkan saldo laba ditahan sebesar US$81 juta. Perusahaan sempat menjalani kuasi reorganisasi; pada 31 Desember 2024, sebelum kuasi reorganisasi, BUMI masih mencatat defisit sebesar US$2,28 miliar.
Ikuti Skybee
