Skybee — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) membukukan laba bersih bank only sebesar Rp 4,9 triliun pada Mei 2026, turun 2% secara tahunan namun naik 1% secara bulanan.
Angka tersebut mendorong realisasi laba bersih bank only BBCA selama Januari–Mei 2026 menjadi Rp 25,7 triliun, atau setara 42,4% dari estimasi konsensus untuk laba bersih konsolidasi 2026. “Hasil ini membuat realisasi laba bersih (bank only) BCA (BBCA) selama Januari-Mei 2026 menjadi Rp 25,7 triliun. Ini setara 42,4% dari estimasi konsensus untuk laba bersih konsolidasi 2026,” tulis Stockbit Sekuritas dalam catatannya.
Perbandingan menunjukkan realisasi Januari–Mei 2025 mencapai 43,7% dari laba bersih konsolidasi 2025.
Kontributor Pertumbuhan Laba
Peningkatan laba bersih BBCA pada periode Januari–Mei 2026 ditopang oleh kenaikan pre-provision operating profit (PPOP) sebesar 2% secara tahunan. Kenaikan PPOP terutama didukung oleh pertumbuhan non-interest income sebesar 9% yoy.
Sementara itu, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) cenderung datar, terpantau turun 1% yoy, yang dipengaruhi oleh penurunan margin di tengah pertumbuhan kredit yang moderat sebesar 5% yoy per Mei 2026.
Respons Analis
BRI Danareksa Sekuritas meningkatkan rekomendasi untuk sektor perbankan menjadi overweight dari sebelumnya netral. Dalam risetnya, lembaga tersebut menempatkan saham BBCA sebagai pilihan utama dengan target harga tinggi.
Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis, BBCA dan Bank BTPN Syariah (BTPS) menawarkan kombinasi menarik berupa return on assets (ROA) yang kuat dan tingkat leverage relatif rendah. Kondisi ini dianggap membuat kedua bank lebih mampu menahan dampak jika biaya kredit (cost of credit/CoC) meningkat.
BRI Danareksa merekomendasikan buy untuk saham BBCA dengan target harga Rp 10.900, serta buy untuk saham BTPS dengan target harga Rp 1.400.
Risiko
Risiko yang dicatat analis antara lain potensi memburuknya kualitas aset dan kredit secara signifikan serta tekanan yang lebih besar terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM) dibandingkan perkiraan.
Ikuti Skybee
