Skybee — PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mendapat dukungan kuat dari sejumlah investor global menjelang rencana pencatatan saham di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Minat internasional ini muncul saat perusahaan memasuki tahap bookbuilding untuk penawaran global.
Manajemen menyatakan beberapa cornerstone investors telah menandai komitmen untuk berpartisipasi dan menyerap sekitar 49,9% dari saham yang ditawarkan—angka yang merupakan batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan di HKEX.
Komitmen Investor dan Proses Penawaran
Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan dukungan itu mencerminkan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas aset, kemampuan eksekusi, dan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan. “Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Rabu (17/6/2026).
Perusahaan menjalankan proses bookbuilding kepada investor institusi internasional sejak 17 Juni hingga 23 Juni 2026. Secara keseluruhan, penawaran global itu merepresentasikan sekitar 7% dari modal ditempatkan dan disetor setelah pelaksanaan opsi greenshoe.
Struktur Saham dan Kepemilikan
Manajemen menegaskan seluruh saham yang ditawarkan adalah saham sekunder milik pemegang saham minoritas. Pemegang saham pengendali, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), tidak akan melepas kepemilikannya dan tetap mempertahankan seluruh saham strategis di EMAS.
Siapa Saja Investor Cornerstone
Daftar cornerstone investors mencakup perusahaan komoditas dan institusi keuangan internasional. Dari kalangan industri hadir antara lain Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited (anak usaha JCHX Mining Management Co Ltd).
Dari sisi investor keuangan tercatat Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management, Eurus Holdings SPC milik ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, dan Wind Sabre Fund SPC.
Prospek Tambang Emas Pani
Minat investor global terkait dengan prospek Tambang Emas Pani yang kini memasuki fase pertumbuhan produksi. Setelah melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2025, EMAS mencapai “first gold pour” pada Februari 2026 dan melakukan penjualan emas perdana pada Maret 2026.
Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani mengantongi sumber daya mineral sekitar 7 juta ons emas dan cadangan bijih sebesar 5,2 juta ons emas. Area basis sumber daya saat ini hanya sekitar 135 hektare dari total konsesi seluas 14.670 hektare.
Hasil pengeboran baru-baru ini di Prospek Kolokoa, sekitar satu kilometer dari pit utama, menambah sekitar 445 ribu ons emas ke inventaris sumber daya, sehingga total sumber daya meningkat menjadi sekitar 7,4 juta ons emas. Perseroan juga telah memulai pengeboran lanjutan di bawah pit utama Pani dan berencana eksplorasi di area Lone Pine pada semester II-2026.
Target Produksi dan Struktur Biaya
Dengan strategi pengembangan bertahap, EMAS menargetkan kapasitas pengolahan Tambang Emas Pani naik menjadi 22 juta ton per tahun pada 2028. Kenaikan kapasitas ini diperkirakan dapat mendukung produksi puncak hingga sekitar 545 ribu ons per tahun.
Perusahaan memperkirakan life-of-mine all-in sustaining cost (AISC) sebelum royalti pemerintah berada di kisaran US$794 per ons. Profil biaya tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi investor di tengah kondisi pasar global.
Peran Penjamin Emisi
Langkah pencatatan di HKEX dimaksudkan untuk memperluas akses pendanaan dan memperkuat basis investor internasional. UBS dan CITIC Securities bertindak sebagai sponsor utama. Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie berperan sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners.
Beberapa institusi keuangan internasional lain yang terlibat sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers antara lain DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole.
Ikuti Skybee
