— Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali bergerak turun pada sesi I perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Pergerakan negatif ini terjadi setelah saham sempat mencatat reli hampir 30% dalam periode 9–15 Juni 2026 dan ditutup stagnan pada 17 Juni.

Pada sekitar pukul 10.33 WIB, harga saham BBCA tercatat melemah 2,39% menjadi Rp6.125 per saham. Volume perdagangan sudah mencapai 84,52 juta saham dengan frekuensi 24.293 kali dan nilai transaksi sebesar Rp522,34 miliar.

Tekanan jual menjadi penyebab utama penurunan. Data aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan posisi net sell untuk saham BBCA sebesar Rp113,1 miliar saat data dikumpulkan.

Faktor Pemicu Koreksi

Salah satu pemicu tekanan jual adalah terjadinya ex date dividen interim BBCA pada pasar reguler dan pasar negosiasi pada Rabu (17/6/2026). Realisasi keuntungan terlihat mulai muncul sejak hari tersebut meski pada hari yang sama tercatat net buy asing sebesar Rp375,29 miliar.

Di sisi lain, broker BCA Sekuritas mencatat net sell dari investor domestik sebesar Rp174,5 miliar pada Rabu, yang turut mendorong penjualan di saham tersebut.

Sentimen Pasar Lebih Luas

Saham BBCA turut bergerak sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah lebih dari 1% saat berita ini disusun.

“Sentimen pasar hari ini dipengaruhi oleh antisipasi keputusan Bank Indonesia siang ini, kekhawatiran arah suku bunga, dan pergerakan rupiah, serta potensi tekanan tambahan menjelang review MSCI,”

Sinarmas Sekuritas dalam catatannya menyarankan kewaspadaan terhadap kemungkinan aksi jual akibat aliran dana asing pada sesi pertama. Perusahaan sekuritas tersebut menilai IHSG berisiko melemah sekitar 2%–3% dan menyarankan strategi wait and see jika terjadi panic selling.

Jadwal Dividen BBCA

BBCA mengumumkan pembagian dividen interim sebesar Rp2,45 triliun atau Rp20 per saham. Daftar pemegang saham yang berhak ditetapkan per 18 Juni 2026 pukul 16.00 WIB, sementara pembayaran dividen dijadwalkan pada 26 Juni 2026.