Skybee — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 48,39 poin atau 0,78% ke level 6.172,34 pada penutupan perdagangan Kamis (18/6/2026). Sepanjang hari indeks bergerak di rentang 6.073–6.197 menuju warna merah.
Volume perdagangan tercatat 25,7 miliar saham dengan frekuensi 1,88 juta kali dan nilai transaksi mencapai Rp 17,97 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 258 menguat, 419 melemah, dan 137 stagnan.
Sektor Mayoritas Melemah
Mayoritas sektor saham menutup di zona negatif. Sektor infrastruktur memimpin pelemahan dengan penurunan 1,96%, diikuti sektor keuangan turun 1,32% dan sektor kesehatan anjlok 1,07%.
Sektor properti merosot 0,64% dan perindustrian turun 0,16%. Adapun sektor yang menguat adalah barang baku naik 2,49%, barang konsumsi non primer 0,47%, transportasi 0,29%, energi 0,12%, dan teknologi 0,04%.
Pergerakan Pasar Regional
Indeks saham Asia bergerak bervariasi pada sesi penutupan hari ini. Straits Times di Singapura menguat 0,7% dan Nikkei Jepang melonjak 1,65%. Sebaliknya, Shanghai turun 0,43% dan Hang Seng Hong Kong anjlok 1,59%.
Sentimen Investor
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pelemahan IHSG dipengaruhi meningkatnya sikap berhati-hati investor menjelang tinjauan MSCI Global Market Accessibility Review yang rilis pada Jumat (19/6/2026) dini hari dan Annual Market Classification Review pada 23 Juni.
“Kedua agenda tersebut dinilai penting bagi status Indonesia dalam indeks acuan MSCI. Perhatian pasar juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter Bank Indonesia yang diumumkan hari ini,” tulis Pilarmas dalam risetnya.
Keputusan Moneter Bank Indonesia
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dalam rapat 18 Juni 2026. Kenaikan tersebut mengikuti langkah serupa sebesar 25 bps pada rapat sebelumnya pada 9 Juni, dengan tujuan mendukung nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Top Gainers: Tiga Saham Naik Hingga Batas ARA
Di tengah koreksi IHSG, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. Harga saham yang menguat berada di kisaran 15%–24%.
Tiga emiten tercatat naik hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA): PT Citra Borneo Utama Tbk (CBUT) melonjak 24,78% menjadi Rp 705; PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik 24,59% ke Rp 760; dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) melesat 24,57% menjadi Rp 436.
Emiten lain dalam daftar top gainers antara lain PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 23,08% ke Rp 224; PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) terkerek 15,36% ke Rp 3.980; serta PT PP Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) menguat 15% ke Rp 92.
Top Losers: Tiga Saham Sentuh ARB
Sebaliknya, beberapa saham tergelincir hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Tiga emiten yang tercatat ARB adalah PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) turun 14,86% ke Rp 2.980; PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) ambles 14,48% ke Rp 124; dan PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) jatuh 14,07% ke Rp 116.
Ikuti Skybee
