— Permintaan emas dari bank sentral terus menjadi pendorong utama pasar logam mulia, menurut laporan World Gold Council (WGC). Kepercayaan sektor resmi terhadap emas tercatat kuat seiring meningkatnya rencana penambahan cadangan oleh banyak negara.

Survei terbaru WGC menunjukkan 89% manajer cadangan memperkirakan kepemilikan emas bank sentral global akan meningkat dalam 12 bulan ke depan. Sebanyak 45% institusi menyatakan yakin akan menambah cadangan emas mereka, naik dari 43% pada 2025.

Bank Sentral Pandang Emas Sebagai Aset Strategis

Kepala Global Bank Sentral di WGC, Shaokai Fan, mengatakan hasil survei mencerminkan sikap yang semakin positif terhadap emas. “Bank sentral masih sangat positif terhadap emas. Bahkan, lebih positif dari sebelumnya,” ujarnya.

Survei itu mencatat pergeseran persepsi: emas kini dipandang lebih sebagai aset moneter strategis daripada sekadar aset warisan pasif. Sekitar 84% responden memperkirakan emas akan menyumbang bagian yang lebih besar dari cadangan global dalam lima tahun ke depan, sedangkan 74% memperkirakan pangsa dolar AS dalam cadangan akan menurun selama periode tersebut.

Basis Pembeli Meluas

WGC menyoroti munculnya pembeli baru di kalangan bank sentral. Shaokai Fan menyebut sekelompok negara, termasuk Indonesia dan Malaysia, yang baru masuk atau kembali aktif membeli emas setelah jeda beberapa tahun. “Basis tempat bank sentral membeli emas semakin meluas,” katanya.

Meskipun bank sentral negara berkembang masih menjadi pembeli dominan, minat tidak lagi terbatas pada kelompok tersebut. Survei menunjukkan 18% bank sentral dari negara maju juga memperkirakan akan meningkatkan kepemilikan emas mereka tahun depan.

Motivasi: Diversifikasi dan Lindung Nilai

Diversifikasi cadangan menjadi alasan utama pembelian emas, diikuti kebutuhan akan lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan kekhawatiran terkait mata uang cadangan. Dari 34 bank sentral yang berencana menambah cadangan emas, 31 menyebut diversifikasi sebagai motivasi utama.

Shaokai Fan menekankan beberapa faktor yang membuat emas semakin dihargai oleh bank sentral: kinerja emas selama masa krisis, perannya sebagai penyimpan nilai jangka panjang, fungsi diversifikasi portofolio, serta kemampuan emas sebagai lindung nilai geopolitik. “Bank sentral lebih menghargai kinerja emas selama masa krisis, peran emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang, emas sebagai diversifikasi portofolio, dan kemampuan emas sebagai lindung nilai geopolitik,” kata Shaokai Fan.