Skybee — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah pada Rabu (17/6/2026) menjelang keputusan suku bunga The Fed. Data Bloomberg pada pukul 11.25 WIB di pasar spot exchange mencatat rupiah turun 23 poin (0,13%) ke level Rp 17.748 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS tercatat melemah tipis 0,03% ke level 99,509. Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah sempat melemah 11 poin (0,06%) ke Rp 17.736 per dolar AS.
Faktor Penggerak Pergerakan Rupiah
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen global terkait keputusan suku bunga Federal Reserve yang menjadi perhatian pelaku pasar.
“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp 17.720 – Rp 17.800 per dolar AS, dipengaruhi oleh faktor global antisipasi keputusan suku bunga The Fed nanti malam,” ujar Rully.
Dari sisi domestik, Rully menyebut langkah Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan moneter juga memberi pengaruh. Bank Indonesia sebelumnya menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) ke level 5,5% pekan lalu.
Prospek Kebijakan Domestik dan Respon Fiskal
Rully memperkirakan Bank Indonesia pada rapat dewan gubernur (RDG) mendatang cenderung menahan suku bunga acuan meskipun tekanan geopolitik mereda.
Selain kebijakan moneter, perbaikan respons pemerintah terhadap mitigasi tekanan fiskal dinilai positif oleh pasar, termasuk evaluasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rully menambahkan bahwa rupiah masih memiliki ruang untuk menguat pada perdagangan besok dan sepanjang minggu ini jika hasil pertemuan The Fed memasukkan faktor inflasi jangka pendek serta tren penurunan harga minyak akibat de-eskalasi geopolitik.
“Rupiah masih ada ruang penguatan untuk perdagangan besok. Juga sepanjang minggu ini jika hasil pertemuan The Fed memasukan faktor inflasi jangka pendek, dimana tren penurunan harga minyak tinggi karena de-eskalasi geopolitik. Serta pertimbangan ekonomi AS yg masih kuat sehingga diharapkan ada satu kali penurunan bunga The Fed di tahun ini,”
Ikuti Skybee
