— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan kerja ke Beijing untuk memperkuat kerja sama pembiayaan antara Indonesia dan Republik Rakyat China. Pertemuan bilateral dengan Menkeu China, Lan Fo’an, menjadi wadah memperdalam kemitraan ekonomi dan memperluas basis investor bagi pembiayaan pembangunan.

Purbaya menyatakan strategi pembiayaan pemerintah bersifat terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang untuk menghadapi dinamika serta volatilitas ekonomi global. “Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” ujarnya.

Menurut Purbaya, kunjungan ke Beijing adalah bagian dari rencana strategis jangka panjang pemerintah untuk memperluas sumber pembiayaan yang kompetitif dan memperkuat kepercayaan investor internasional. “Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” kata Purbaya.

Purbaya menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, tercermin dari rasio utang yang terkendali, defisit anggaran dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang terjaga. “Kami datang ke Beijing bukan karena terdesak, tetapi karena Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap tinggi, yang terlihat dari minat pada instrumen keuangan pemerintah dan stabilitas makroekonomi nasional. “Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah. Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan,” kata Purbaya.

Agenda Purbaya Di Beijing

Salah satu agenda utama dalam kunjungan Purbaya adalah persiapan penerbitan sovereign Panda Bond. Pemerintah melihat instrumen ini sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor serta memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Penerbitan sovereign Panda Bond juga ditujukan untuk mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT) dan mendorong pendalaman kerja sama keuangan Indonesia-Tiongkok.

Purbaya berharap kunjungan ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan dan memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor global. “Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” pungkas Purbaya.