— Manufacturing Day Summit 2026 menempatkan kecerdasan buatan sebagai kunci percepatan transformasi manufaktur menuju era Industry 5.0. Kegiatan ini menjadi wadah dialog antara pelaku industri, regulator, dan penyedia teknologi tentang penerapan AI dalam proses produksi dan rantai pasok.

Acara yang diselenggarakan oleh WANTRII bersama Naganaya Indonesia mengusung tema “AI for Industry 5.0: Unlocking the Future of Smart Manufacturing & Supply Chain”. Forum ini menyajikan pemaparan kebijakan, studi kasus, serta diskusi kolaboratif untuk mendorong transformasi digital sektor manufaktur.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri, Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menekankan bahwa transformasi digital dan pemanfaatan AI merupakan faktor penting untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

“Transformasi industri tidak hanya berbicara mengenai adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana membangun ekosistem yang kolaboratif, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, serta mendorong penerapan standar industri yang mampu memperkuat daya saing manufaktur Indonesia di tingkat global,”

Fadli Hamsani, Ketua WANTRII sekaligus General Manager of Enterprise Customer Solution Management di Telkomsel, menyatakan transformasi digital kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri nasional.

“Implementasi AI harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, kualitas produksi, serta ketahanan rantai pasok. Kolaborasi antara industri, pemerintah, asosiasi, dan penyedia teknologi menjadi kunci percepatan transformasi manufaktur Indonesia menuju Industry 5.0,”

Sesi dan Agenda Utama

Summit menampilkan berbagai sesi strategis, termasuk keynote pemerintah tentang arah kebijakan transformasi industri, perspektif IBM ASEAN terkait penerapan AI di manufaktur, serta demonstrasi use case melalui IBM Industry 4.0 Studio.

Pembahasan juga dilengkapi panel diskusi praktisi industri, sesi Executive Luncheon, dan Focus Group Discussion yang mempertemukan WANTRII, pimpinan perusahaan manufaktur, serta perwakilan IBM untuk membahas peluang kolaborasi lebih lanjut.

Partisipasi dan Harapan

Acara ini dihadiri oleh 110 peserta yang mewakili 87 perusahaan dari sektor manufaktur, FMCG, energi, infrastruktur, logistik, dan teknologi. Mayoritas peserta merupakan pengambil keputusan pada level Director, General Manager, Head, hingga Manager.

Melalui summit, WANTRII dan Naganaya Indonesia berharap memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan untuk mempercepat adopsi AI di sektor manufaktur serta mendorong lahirnya inovasi dan implementasi nyata menuju industri yang lebih cerdas, tangguh, dan berdaya saing global.