Skybee — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) memperluas sayapnya di kancah konektivitas regional setelah menandatangani Nota Kesepahaman dengan PT FiberHome Technologies Indonesia. Kerja sama ini membuka jalan bagi pembangunan megaproyek kabel laut yang juga menekankan peningkatan konektivitas antarpulau di Indonesia.
Kesepakatan itu menempatkan INET sebagai mitra pendaratan (landing station partner) di Indonesia dan memastikan perusahaan memperoleh hak akses kapasitas langsung pada jaringan utama proyek ASEAN Fiber Connect System (AFC System).
AFC System Dan Peran Pontianak
AFC System dirancang sebagai sistem transmisi serat optik bawah laut berkapasitas tinggi yang menghubungkan pusat ekonomi Asia, termasuk Hong Kong, Malaysia, dan Singapura, hingga Indonesia. Dalam skema proyek, INET akan mengembangkan cabang (branching) menuju Pontianak.
Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan posisi Pontianak strategis sebagai “gerbang alternatif konektivitas global Indonesia”. Menurut Arif, pembangunan cabang ke Pontianak akan memperbesar kapasitas internasional INET sekaligus menjadi landasan untuk mengurangi kesenjangan digital di dalam negeri.
Pembagian Peran dan Infrastruktur
Dalam aspek teknis dan operasional, FiberHome akan memimpin penyediaan teknologi, rekayasa sistem, serta pelaksanaan pekerjaan di laut. INET bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pendaratan kabel, pembangunan infrastruktur darat, serta pemenuhan regulasi dan perizinan di Indonesia.
Kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada kabel internasional. Kedua pihak juga menargetkan penguatan konektivitas domestik antarpulau dengan transmisi berkapasitas tinggi, mencakup seluruh siklus proyek mulai dari perancangan, pengadaan perangkat, penggelaran, hingga pengoperasian jaringan.
Fokus Operasional dan Aset Khusus
Untuk mendukung instalasi dan perawatan jangka panjang, INET dan FiberHome mengamankan kapal khusus FH-21. Kapal tersebut disiapkan untuk pemasangan kabel, pemeliharaan preventif, dan mitigasi gangguan darurat (cable repair) di laut dalam.
Arif menegaskan prioritas pada kesiapan teknis, kepatuhan regulasi, tata kelola proyek yang akuntabel, serta mitigasi risiko yang terukur selama pelaksanaan proyek.
Status Hukum dan Keterbukaan Informasi
Nota Kesepahaman ini menjadi dasar hukum awal sebelum kedua pihak mencapai perjanjian definitif yang akan mengatur nilai investasi, struktur transaksi keuangan, alokasi kapasitas jaringan, serta jadwal pelaksanaan proyek.
Manajemen INET menyampaikan bahwa rincian komersial dan dampak finansial terhadap kinerja perusahaan akan diumumkan secara transparan kepada publik dan otoritas bursa sesuai prinsip keterbukaan informasi dan regulasi pasar modal.
Ikuti Skybee
