— Di tengah percepatan perubahan bisnis global, PT Indelberg Global Energy menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. President Director Aryasatya Wishnutama mengatakan, pertumbuhan bisnis yang tahan lama bermula dari pembentukan karakter dan kompetensi individu dalam organisasi.

Keyakinan itu dirumuskan dalam sebuah filosofi kepemimpinan bernama The Indelberg Way. Menurut Aryasatya, filosofi ini menjadi dasar bagi strategi pengembangan organisasi yang menekankan aspek manusiawi, bukan semata infrastruktur atau modal.

Kelima Nilai Dasar The Indelberg Way

Aryasatya menjelaskan The Indelberg Way dibangun di atas lima nilai utama: integrity, learning, accountability, collaboration, dan excellence. Nilai-nilai tersebut, kata dia, mesti tercermin dalam setiap kebijakan dan praktik kerja perusahaan.

“Teknologi dapat dibeli, modal dapat dicari, infrastruktur dapat dibangun, namun tidak ada organisasi hebat yang lahir tanpa manusia hebat di dalamnya. Karena itu, di Indelberg kami memiliki keyakinan sederhana, sebelum membangun bisnis, kita harus membangun manusianya terlebih dahulu,” ujar Aryasatya.

Karakter Di Atas Kompetensi

Menurut Aryasatya, kompetensi memang penting untuk menjalankan tugas, tetapi karakter menentukan bagaimana kompetensi itu digunakan. Ia menekankan integritas sebagai aspek yang harus datang lebih dulu sebelum kemampuan teknis.

“Kompetensi membuat seseorang mampu bekerja dengan baik. Namun karakter menentukan bagaimana kompetensi itu digunakan. Karena itu, kami percaya bahwa integritas harus selalu berjalan lebih dulu daripada kemampuan,” kata Aryasatya.

Budaya Belajar sebagai Kebutuhan

Selain karakter, budaya belajar juga mendapat penekanan khusus dalam filosofi tersebut. Aryasatya menyebut organisasi yang enggan belajar berisiko tertinggal, terlepas dari besar kecilnya sumber daya yang tersedia.

“Kita memasuki era di mana keunggulan tidak lagi ditentukan oleh apa yang kita ketahui hari ini, melainkan oleh seberapa cepat kita mampu belajar untuk menghadapi hari esok,” ujarnya.

Investasi Pada Manusia

Berbekal latar belakang sebagai psikolog yang berfokus pada human capital dan kepemimpinan, Aryasatya menilai investasi pada pengembangan manusia merupakan langkah strategis bagi organisasi. Ia mengkritik kecenderungan beberapa organisasi yang lebih memprioritaskan sistem dan proses dibanding pembangunan kapasitas individu.

Menurut Aryasatya, upaya sistematis membangun karakter, kompetensi, dan kepemimpinan di dalam organisasi akan menjadi pembeda dalam menghadapi dinamika pasar dan perubahan teknologi.