— Sky‑Watch, pengembang sistem pesawat tanpa awak asal Denmark, memperkenalkan RQ‑70 Dainn, drone jarak jauh yang ditujukan untuk misi intelijen, pengawasan, pengintaian, dan akuisisi target. Produk ini akan dipamerkan pada gelaran Eurosatory di Paris pada 15–19 Juni 2026.

Perusahaan menyatakan RQ‑70 Dainn lahir dari pengalaman operasional platform sebelumnya di medan perang, dan dirancang untuk menjawab kebutuhan kecepatan serta kesederhanaan dalam operasi modern.

Asal Usul dan Pengembangan

Menurut Sky‑Watch, RQ‑70 Dainn dikembangkan tidak atas dasar asumsi, melainkan sebagai penyempurnaan dari RQ‑35 Heidrun yang sudah digunakan selama empat tahun di Ukraina. Perbaikan tersebut mengacu pada umpan balik operasional berkelanjutan selama periode pengoperasian.

“RQ‑70 Dainn tidak dikembangkan berdasarkan asumsi, melainkan berlandaskan platform UAV RQ‑35 Heidrun yang telah terbukti di medan perang dan terus disempurnakan melalui umpan balik yang berkelanjutan,” kata Martin Schousboe, CEO Sky‑Watch.

Karakteristik Teknis

Sky‑Watch menyebutkan beberapa fitur utama RQ‑70 Dainn, antara lain daya tahan operasional hingga delapan jam dan jangkauan operasional hingga 100 kilometer di luar garis depan. Drone ini juga memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal serta arsitektur muatan modular yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan misi.

Sistem dirancang mampu beroperasi di lingkungan tanpa akses GPS dan dapat dioperasikan oleh satu orang operator. Selain itu, RQ‑70 Dainn terintegrasi dengan lingkungan medan perang digital untuk mendukung aliran data intelijen secara berkelanjutan.

Fokus Pada Kemampuan Operasional

Sky‑Watch menegaskan bahwa fokus utama bukanlah platform itu sendiri, melainkan kemampuan operasional yang dihasilkan. Perusahaan menyatakan pesawat tanpa awak tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal, melainkan bagian dari sistem terpadu.

“RQ‑70 Dainn dirancang sebagai sebuah sistem terpadu, di mana pesawat udara, sensor, perangkat lunak, antarmuka, serta siklus umpan balik bekerja terkonsolidasi dan terus disempurnakan berdasarkan pengalaman operasional di lapangan,” ujar Schousboe.

Perusahaan menekankan bahwa sistem tersebut dibangun untuk memberikan intelijen, pengawasan, dan pengintaian yang andal dan berkelanjutan pada lingkungan operasional berisiko tinggi, dengan prioritas pada kecepatan, kesederhanaan, dan keandalan.