— Siloam Hospitals Asri bersama tim dari Asan Medical Center Korea Selatan berhasil melakukan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia. Prosedur ini dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026 dan menjadi tonggak dalam penerapan teknologi bedah robotik untuk layanan transplantasi organ di Tanah Air.

Operasi dipimpin oleh tim urologi Siloam Hospitals Asri yang dikomandoi Prof DR dr Nur Rasyid, Sp.U(K), dan melibatkan dr G Reinaldi, Sp.U(K), PhD, dr Kindy Aulia, serta Prof dr Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU (K), FICRS, PhD, dan dr Arry Rodjani, Sp.U (K). Seluruh tahapan dilaksanakan dengan supervisi dan pendampingan langsung dari ahli transplantasi dan bedah robotik Asan Medical Center.

Profil Pasien dan Indikasi Operasi

Penerima ginjal adalah pria berusia 57 tahun yang didiagnosis mengalami penyakit ginjal stadium akhir akibat hipertensi. Pasien diketahui mengalami gangguan fungsi ginjal sejak Juli 2025 dan sebelumnya menjalani hemodialisis rutin dua kali per minggu sebelum menerima transplantasi.

Teknologi, Metode, dan Kolaborasi

Prosedur menggunakan sistem bedah robotik yang memungkinkan operator mengendalikan instrumen dengan akurasi tinggi melalui konsol khusus. Kolaborasi antara tim Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center mencakup transfer pengetahuan serta penerapan standar praktik internasional untuk memastikan keamanan dan kualitas tindakan.

Menurut keterangan rumah sakit, penggunaan teknologi robotik menawarkan keuntungan seperti visualisasi tiga dimensi, instrumen yang lebih fleksibel, sayatan lebih kecil sehingga mengurangi trauma jaringan, risiko perdarahan yang lebih rendah, nyeri pascaoperasi minimal, serta potensi hasil klinis yang lebih baik, terutama pada pasien obesitas dengan BMI > 30 dan pasien diabetes mellitus.

Hasil Pascaoperasi

Pasien dilaporkan dalam kondisi stabil setelah operasi dan berada di bawah pemantauan intensif tim medis multidisiplin. Evaluasi klinis pascaoperasi menunjukkan peningkatan fungsi ginjal, termasuk produksi urin yang mencapai target yang ditetapkan tim medis sebagai indikator awal keberhasilan transplantasi.

“Keberhasilan pelaksanaan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia ini menjadi tonggak penting bagi tim bedah kami, sekaligus bagi inovasi layanan kesehatan di Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kolaborasi multidisiplin serta komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih aman dan presisi bagi pasien. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Asan Medical Center atas supervisi, pendampingan, serta berbagi keahlian tingkat lanjut yang sangat berharga, sehingga prosedur ini dapat terlaksana dengan baik,”

ucap Prof DR dr Nur Rasyid, Sp.U(K), selaku pemimpin operasi.

Ambisi Layanan dan Pengembangan

Siloam Hospitals Asri menyatakan bahwa langkah ini bukan sekadar penerapan teknologi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transplantasi ginjal yang terintegrasi dan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia. Rumah sakit menegaskan komitmennya untuk memperkuat kompetensi tenaga medis, memanfaatkan teknologi terkini, dan menjalin kolaborasi global guna memperluas layanan transplantasi tanpa pasien harus ke luar negeri.

“Sebagai salah satu pusat rujukan uro-nefrologi di Indonesia dan Asia Tenggara, Siloam Hospitals Asri akan terus berupaya menghadirkan layanan berstandar internasional dengan hasil klinis yang optimal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap perawatan yang inovatif, aman, dan berkualitas tanpa perlu ke luar negeri,”

tambah Prof DR dr Nur Rasyid, Sp.U(K).