Skybee — Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Pada sesi pagi, rupiah dibuka turun 11 poin (0,06%) di level Rp17.963 per dolar AS.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Rabu rupiah tercatat melemah 93 poin ke posisi Rp17.952 per dolar AS.
Kondisi Pasar Global
Penguatan dolar AS disebut-sebut menjadi salah satu faktor utama pelemahan rupiah. Indeks dolar menguat, dan dolar berada pada tren naik untuk hari ketiga berturut-turut, mencapai level tertinggi dalam 13 bulan.
Di pasar valuta lain, euro turun 0,21% ke posisi sekitar 1,1357 dollar AS per euro, sementara poundsterling melemah 0,29% ke kisaran 1,3165 dollar AS. Yen Jepang juga melemah sekitar 0,13% terhadap dolar, berada di level 161,78.
Sentimen Suku Bunga
Pasar menilai kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini mendorong permintaan terhadap dolar. Analis mencatat dolar berpeluang mencatatkan kenaikan terpanjang sejak awal bulan dan termasuk yang kuat dalam beberapa sesi terakhir.
“Secara keseluruhan, sinyal tersebut menunjukkan tidak ada bias arah dolar yang kuat terhadap semua mata uang utama pada akhir Juni,”
Ungkapan itu disampaikan oleh analis yang menilai model penyeimbangan menunjukkan sinyal beli dolar AS yang moderat terhadap sebagian besar mata uang utama.
Ikuti Skybee
