— Morgan Stanley menilai harga emas masih berpeluang mencapai US$5.200 per ons troi pada 2026, tetapi target itu tidak mudah dicapai tanpa dukungan arus masuk dana yang kuat ke exchange-traded fund (ETF) emas.

Dalam riset yang dirilis pekan ini, bank investasi itu mengatakan prospek jangka panjang emas tetap positif, namun pergerakan harga sangat bergantung pada dinamika arus dana ETF, ekspektasi suku bunga, serta imbal hasil riil di Amerika Serikat.

Sensitivitas Harga Terhadap ETF, Dolar, dan Real Yield

Para analis Morgan Stanley mencatat pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan bakal berlanjut. Meski demikian, faktor penentu utama kenaikan harga ke level yang lebih tinggi adalah kembalinya minat investor melalui ETF, yang menurut mereka sangat sensitif terhadap jalur kebijakan The Fed, pergerakan dolar AS, dan real yield.

“Komponen yang hilang adalah permintaan ETF, yang kemungkinan tetap sensitif terhadap jalur The Fed, real yield, dan dolar,” tulis analis Morgan Stanley dalam catatan risetnya.

Sikap The Fed dan Dampak pada Harga

Morgan Stanley juga menilai sikap hawkish The Fed dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan ekspektasi suku bunga yang bertahan lebih lama di level tinggi. Kenaikan ekspektasi tersebut mendorong imbal hasil riil obligasi AS naik, yang pada gilirannya menekan daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberi imbal hasil.

Data yang dikumpulkan bank itu menunjukkan kenaikan real yield telah memicu arus keluar dari ETF emas dalam beberapa bulan terakhir, yang turut memberikan tekanan pada harga logam mulia di pasar global.

Pandangan Jangka Panjang

Walau menghadapi hambatan jangka pendek, Morgan Stanley mempertahankan pandangan bullish jangka panjang terhadap emas. Bank tersebut menyebut kondisi geopolitik dan ketidakpastian kebijakan global tetap menjadi faktor yang mendukung permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, analis Morgan Stanley mengingatkan bahwa tanpa perubahan signifikan pada arah kebijakan moneter atau pemulihan arus masuk ETF, reli emas menuju target US$5.200 per ons troi diperkirakan akan menghadapi hambatan berat.

Dalam perdagangan terbaru saat riset dirilis, harga emas terlihat menguat tipis 0,03% ke level US$4.192,92 per ons troi. Pada perdagangan Senin (22/6/2026), harga emas spot ditutup naik 0,75% menjadi US$4.191,43 per ons troi setelah sebelumnya sempat jatuh ke level terendah sejak 11 Juni.