— Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mencatat penyaluran pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sebesar Rp64,2 triliun kepada 14,87 juta debitur sejak program dimulai pada 2017 hingga 5 Juni 2026. Program ini mayoritas menyasar pelaku usaha mikro yang belum terlayani perbankan.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Astera Primanto Bhakti, menyampaikan data tersebut dalam rapat dengan Komisi XI DPR. Menurutnya, penerima manfaat didominasi perempuan.

“Jumlah debiturnya sudah 14,87 juta dan kebanyakan ini debiturnya wanita,” kata Astera dalam rapat, Selasa (16/6/2026).

Komposisi Penyaluran Berdasarkan Akad

Penyaluran UMi terbagi atas dua jenis akad. Melalui akad konvensional tercatat penyaluran Rp24,7 triliun kepada 5,96 juta debitur.

Sementara pembiayaan berbasis akad syariah mencapai Rp39,5 triliun yang disalurkan kepada 8,91 juta debitur.

Dominasi Debitur Perempuan

Dari sisi gender, debitur perempuan mendominasi program UMi. Tercatat 14,4 juta debitur atau 97,26% merupakan perempuan, sedangkan debitur laki-laki berjumlah 407 ribu orang atau 2,74%.

Khusus sepanjang 2026, realisasi penyaluran pembiayaan UMi mencapai Rp5,36 triliun sampai 5 Juni.

Perluasan Jangkauan dan Pendampingan

Untuk memperluas jangkauan, PIP memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak. Hingga kini kerja sama telah dilakukan dengan 22 kementerian dan lembaga, 40 pemerintah daerah, 17 perguruan tinggi, serta 36 mitra lain.

Selain pembiayaan, PIP melaksanakan program pelatihan dan pendampingan usaha. Sebanyak 12.932 pelaku usaha telah mengikuti program pendampingan, sementara 2.321 sumber daya manusia dari lembaga penyalur menerima pelatihan peningkatan kapasitas.

Astera menjelaskan tujuan program ini meliputi pemberian fasilitas kredit bagi masyarakat yang non-bankable, peningkatan kapasitas membuka lapangan usaha, serta mendorong kemandirian usaha masyarakat berpenghasilan rendah.

Kinerja Keuangan PIP

Astera juga menyampaikan capaian pendapatan PIP. Sampai 31 Mei 2026, PIP membukukan pendapatan sebesar Rp220 miliar, dari target tahun ini sebesar Rp379 miliar.

“Dari segi pendapatan ini tahun ke tahun biasanya melebihi target. Sampai dengan Mei 2026 pendapatan PIP mencapai Rp220 miliar dari target Rp379 miliar,” ujar Astera.