— Musim libur sekolah mendorong pergeseran pola liburan keluarga di Indonesia. Alih-alih bepergian, semakin banyak keluarga memilih menghabiskan waktu di rumah dengan fokus pada kualitas kebersamaan.

Beragam aktivitas mengisi masa liburan, mulai menonton Piala Dunia 2026, berolahraga bersama, bermain gim, hingga melakukan kegiatan kreatif bersama anak. Pilihan ini menandai pergeseran dari sekadar perjalanan ke penciptaan momen bermakna di lingkungan rumah.

Indra Perdana, Head of Campaign Blibli, mengatakan tren staycation mencerminkan perubahan preferensi masyarakat yang kini lebih mengutamakan kedekatan keluarga ketimbang destinasi.

“Momentum liburan kini bukan lagi sekadar soal destinasi, melainkan bagaimana menciptakan kedekatan dan momen yang berkesan bersama orang-orang terdekat. Aktivitas sederhana di rumah pun kini menjadi pilihan banyak keluarga,” ujar Indra dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Indra, pergeseran pola tersebut memengaruhi kebutuhan selama liburan. Permintaan terhadap perangkat pendukung hiburan di rumah — seperti televisi, perangkat audio, gawai, dan perlengkapan olahraga — meningkat karena menjadi penunjang kegiatan keluarga.

Merespons tren itu, Blibli menggelar program Blibli Pay Day pada 25-27 Juni 2026. Program ini menghadirkan promo untuk sejumlah kategori produk, termasuk elektronik, perlengkapan olahraga, dan kebutuhan gaya hidup.

Indra menambahkan bahwa momentum seperti Piala Dunia 2026 turut mendorong keluarga berkumpul di rumah untuk menikmati pertandingan bersama. Di samping itu, libur sekolah dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk menjalani gaya hidup lebih aktif melalui olahraga ringan, bersepeda, atau mengeksplorasi hobi baru.

Selain aktivitas fisik, penggunaan perangkat digital selama masa liburan juga meningkat. Masyarakat memanfaatkan telepon pintar dan perangkat elektronik untuk menikmati layanan hiburan, membuat konten, serta menjaga koneksi dengan keluarga dan kerabat.